Selasa, 26 Mei 2020

Ajax Setuju Eredivise Musim Ini Tak Ada Juara, Dua Tim Lain Protes

Eredivisie musim ini resmi dihentikan

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ekspresi kekecewaan para pemain Ajax usai gagal melangkah ke final Liga Champions 2018/2019. (Dok. UEFA).

Bolatimes.com - Keputusan tidak ada juara Eredivisie musim 2019/2020 karena virus corona menuai pro kontra. Ajax Amsterdam setuju dengan hal tersebut, tetapi tidak dengan FC Utrecht dan SC Cambuur.

Eredisivie Liga Belanda dan divisi kedua (Eerste) musim 2019/20 secara resmi dihentikan menyusul perpanjangan masa karantina wilayah pencegahan pandemi COVID-19 di negara tersebut hingga 1 September 2020.

Ajax saat ini menduduki puncak klasemen Eredivisie dengan koleksi 56 poin setelah unggul selisih gol atas AZ Alkmaar di posisi kedua, tetapi karena sisa pertandingan tak dijalani federasi sepak bola Belanda (KNVB) memutuskan untuk kali pertama sejak 1945 tak ada juara di dua divisi teratas liga sepak bola mereka.

Laga Eredivisie 2019/2020 yang mempertemukan Ajax Amsterdam kontra FC Twente. [OLAF KRAAK / AFP]
Laga Eredivisie 2019/2020 yang mempertemukan Ajax Amsterdam kontra FC Twente. [OLAF KRAAK / AFP]

"Kami memimpin klasemen hampir sepanjang musim, memang disayangkan tidak bisa menjadi juara, tetapi menilik situasi saat ini, hal itu bisa dipahami," kata Direktur Pemasaran Ajax Edwin van der Sar kepada kanal video klub dikutip Antara dari Reuters.

"Saat ini ada banyak hal yang lebih penting dibanding sepak bola," ujar legenda Ajax dan Manchester United itu menambahkan.

Akan tetapi keputusan KNVB yang juga meliputi penganuliran promosi dan degradasi serta penentuan alokasi tiket kompetisi Eropa tidak diterima dengan baik oleh Utrecht dan Cambuur.

Cambuur yang saat ini memimpin Eerste Divisie (divisi dua) dengan koleksi 66 poin harus menunda ambisi mereka promosi ke Eredivisie sebab tak ada promosi/degradasi musim ini. Padahal mereka sudah unggul 11 poin dalam perebutan tiket promosi ke Eredivisie dengan sisa sembilan pertandingan.

"Ini skandal terbesar sepanjang sejarah olahraga Belanda," kata pelatih kepala Cambuur, Henk de Jong.

Sedangkan Utrecht, yang memesan satu tempat di partai final Piala Belanda melawan Feyenoord, harus merelakan satu tiket fase grup Liga Europa tak bisa mereka raih lewat perjuangan di atas lapangan.

Keputusan menghentikan sepak bola di Belanda, praktis membuat final Piala Belanda tak digelar dan tiket fase grup Liga Europa langsung diberikan kepada Feyenoord yang saat ini berada di urutan ketiga klasemen Eredivisie.

"Tak bisa diterima bahwa Piala Belanda diabaikan sama sekali dan tak menghasilkan tiket ke kompetisi Eropa seperti seharusnya," demikian pernyataan resmi Utrecht.

Penghentian kompetisi membuat Utrecht juga kehilangan kesempatan meraih tiket ke Eropa lewat jalur liga, padahal mereka berada di urutan keenam dan hanya tertinggal tiga poin dengan satu laga simpanan dari Willem II di urutan kelima.

Willem dan PSV Eindhoven diputuskan memperoleh tiket ke babak kedua kualifikasi Liga Europa, namun alokasi tiket kompetisi Eropa tersebut masih dikonfirmasikan KNVB ke UEFA.

Terkait

Terkini