Sabtu, 30 Mei 2020

Wayne Rooney Kritik Keras Wacana Pangkas Gaji di Inggris

Wayne Rooney merasa jika pemain kini disudutkan dan jadi kambing hitam.

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Penyerang DC United, Wayne Rooney. [@waynerooney / Instagram]

Bolatimes.com - Striker Derby County, Wayne Rooney, melontarkan kritik keras terkait wacana pemangkasan gaji pemain yang merumput di Negeri Ratu Elizabeth, baik itu dari Premier League maupun Divisi Championhip, imbas dari off-nya kompetisi musim 2019/2020 akibat pandemi Virus Corona.

"Jika pemerintah mendekati saya untuk membantu dukungan finansial kepada para perawat atau membeli ventilator, saya akan dengan bangga melakukannya. Ya, selama saya tahu kemana uang itu akan pergi," tulis Rooney dalam kolomnya di The Sunday Times.

"Saya berada di posisi di mana saya dapat memberikan sesuatu, tentu saja. Tapi, tidak semua pesepakbola berada di posisi yang sama. Sekarang tiba-tiba profesi ini menjadi sorotan dengan tuntutan untuk melakukan pemangkasan gaji sebesar 30 persen. Mengapa pesepakbola menjadi kambing hitam? Saya merasa pesepakbola di Inggris kini disudutkan," kecam eks bintang Timnas Inggris itu.

Rencana pemangkasan gaji para pemain memang muncul setelah Operator Liga Inggris, Serikat Pesepakbola Profesional Inggris (PFA), serta Asosiasi Manajer Liga Inggris (LMA) melakukan konferensi via telepon untuk mendiskusikan hal tersebut.

Setelah konferensi tersebut, pemerintah serta Otoritas Liga Inggris pun menyerukan agar para pemain seyogyanya bersedia gaji mereka dipotong hingga 30 persen.

Sementara itu, PFA mengatakan para pemain siap berkontribusi, namun sekaligus juga mengingatkan dampak dari pemotongan gaji 30 persen tersebut adalah menurunnya pendapatan negara dari pajak.

Nah, pengurangan pendapatan tersebut selanjutnya akan berpengaruh kepada layanan medis Inggris, NHS, yang memang didanai pajak.

Rooney sendiri pun mempertanyakan kebijakan Otoritas Liga Inggris dalam melakukan dialog dengan para pemain.

"Menurut saya, sekarang adalah situasi no-win (bagi para pemain). Dilihat dari arah manapun, kami adalah sasaran empuk," keluh pemain berusia 34 tahun itu.

Penulis: Rully Fauzi

Terkait

Terkini