Selasa, 01 Desember 2020

Radja Nainggolan Khawatirkan Sang Istri di Tengah Wabah Corona Italia

Italia menjadi salah satu negara di Eropa dengan korban virus corona terbanyak.

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pemain Inter, Radja Nainggolan (AFP)

Bolatimes.com - Pesepak bola keturunan Indonesia yang kini berseragam CagliariRadja Nainggolan, merasa sangat khawatir dengan kondisi istrinya, Claudia, di tengah wabah virus corona.

Istri Nainggolan tidak terjangkit corona. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Claudia tengah berjuang melawan kanker.

Sebagaimana diketahui, orang-orang yang memiliki penyakit tertentu, salah satunya kanker, sangat berisiko terjangkit corona. Jika terjangkit corona, orang yang memiliki penyakit kanker pun memiliki risiko lebih besar menghadapi kematian ketimbang mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Fakta di atas, tak ayal membuat Nainggolan gelisah. Gelandang Cagliari itu khawatir jika virus corona menghinggapinya sehingga dia menjadi carrier kemudian menularkan ke sang istri.

Gelandang Cagliari pinjaman dari Inter Milan, Radja Nainggolan (kanan) berduel dengan bek Inter Milan, Diego Godin pada laga Liga Italia 2019/2020 di Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (26/1/2020) malam WIB. [Miguel MEDINA / AFP]
Gelandang Cagliari pinjaman dari Inter Milan, Radja Nainggolan (kanan) berduel dengan bek Inter Milan, Diego Godin pada laga Liga Italia 2019/2020 di Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (26/1/2020) malam WIB. [Miguel MEDINA / AFP]

"Virus corona adalah masalah besar," kata Nainggolan lewat akun Instagramnya.

"Orang-orang menghindari rumah sakit dan para terapis juga tidak mau mengambil risiko," sambung pemain yang dipinjam Cagliari dari Inter Milan itu.

"Saya berharap semuanya kembali normal secepat mungkin, karena Claudia memiliki sistem imun yang lemah," tambah mantan pemain AS Roma.

"Sekarang setiap saya pergi berbelanja, ada risiko virus itu menghinggapi saya. Setiap saya pulang ke rumah, saya takut dan khawatir menjadi carrier baginya (Claudia). Yang bisa saya lakukan saat ini adalah berhati-hati."

Penampakan sejumlah peti jenazah korban virus corona di Gereja Serina, dekat Bergamo, wilayah bagian utara Italia. (Foto: AFP)
Penampakan sejumlah peti jenazah korban virus corona di Gereja Serina, dekat Bergamo, wilayah bagian utara Italia. (Foto: AFP)

Bergamo, kota yang terletak di Provinsi Lombardia, Timur Laut Italia, disebut-sebut sebagai pusat pandemi COVID-19 di Italia. Di bagian utara Lombardia, tercatat lebih dari 3.100 orang meninggal dunia dari 25.000 lebih pasien positif corona.

Di Bergamo, tercatat ada 134 dokter dari total 600 dokter atau 22 persennya, jatuh sakit atau dikarantina. Tiga dokter di antaranya meregang nyawa akibat wabah Corona tersebut.

Sementara di Italia, menurut data Selasa (24/3/2020) sudah lebih dari 6.000 orang meninggal dunia akibat Virus Corona, dengan 63.927 kasus terkonfirmasi yang merupakan paling buruk di Eropa.

Kompetisi Liga Italia Serie A musim 2019/2020 sendiri sudah dihentikan sementara sejak 9 Maret 2020 lalu.

Ketika dihentikan, Serie A baru menggulirkan 26 pertandingan dengan Juventus sebagai pemuncak klasemen sementara. Juventus mengantongi 63 poin, unggul satu poin dari Lazio yang berada di posisi kedua.

Penulis: Syaiful Rachman

Terkait

Terkini