Minggu, 11 April 2021

Pesan Aji Santoso pada Pemainnya yang Menekuni Bisnis Kuliner

Beberapa pemain Persebaya mulai menjajal bisnis kuliner saat kompetisi mandek.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso (dua kanan) saat memimpin latihan tim untuk pertama kalinya di Lapangan Sepak Bola Polda Jatim di Surabaya, Kamis (31/10/2019). (Foto Fiqih Arfani)

Bolatimes.com - Sudah hampir tiga bulan Persebaya Surabaya meniadakan aktivitas akibat wabah virus corona. Akibat libur kompetisi yang cukup lama, banyak pemainnya yang mulai putar otak agar tetap produktif.

Beberapa pemain seperti Oktafianus Fernando, Koko Ari, Rizky Ridho, Rendi Irwan, hingga Supriadi mulai merambah ke dunia bisnis kuliner. Rerata mereka mempromosikan produknya melalui media sosial.

Menanggapi hal tersebut, pelatih Aji Santoso tak mempermasalahkan selama semuanya dilakukan dalam batas wajar. Namun apabila Liga 1 2020 sudah kembali jalan, ia memastikan pemainnya harus fokus ke Persebaya.

''Ada pemain-pemain kita yang menggunakan waktu kosong untuk berbisnis, saya ijinkan. Tetapi jika kompetisi sudah dimulai dan kita sudah kembali berlatih, pasti akan saya larang,'' tegas Aji, dikutip dari laman resmi klub.

Oktafianus Fernando bersama istri menggeluti bisnis kecil-kecilan selama libur kompetisi. (Dok. Persebaya)
Oktafianus Fernando bersama istri menggeluti bisnis kecil-kecilan selama libur kompetisi. (Dok. Persebaya)

Sikap tegas tersebut diambil karena Aji tak ingin konsentrasi pemainnya terpecah begitu kompetisi dimulai. Mengingat manajemen Bajul Ijo punya target juara musim ini.

''Tugas utama pemain adalah bermain sepak bola untuk Persebaya, saya tidak mau konsentrasi mereka terganggu. Himbauan ini untuk semua pemain agar diperhatikan,'' ujar Aji.

Namun, pelatih berlisensi AFC A Pro itu tidak serta merta meminta pemainnya untuk menutup bisnisnya. Jika memang bisnis yang dijalankan sudah mulai berkembang, Aji menyarankan agar menyerahkan kendali usaha pada orang terdekat.

''Kalau sudah mulai latihan tidak boleh lagi bisnis-bisnis sampingan, mohon untuk diserahkan kepada yang lain," pungkas pelatih 50 tahun itu.

Terkait

Terkini