Sabtu, 30 Mei 2020

Saddil Ramdani Tersangka Penganiayaan, Indra Sjafri: Saya Malah Belum Tahu

Indra Sjafri lebih mengenal Saddil sebagai sosok yang baik.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani (kanan) dan Irfan Jaya saat berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (1/9/2019) sebagai persiapan melawan Timnas Malaysia di kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bolatimes.com - Direktur teknik PSSI, Indra Sjafri mengaku belum begitu tahu terkait kasus yang menimpa Saddil Ramdani. Indra menyebut kalau mantan anak asuhnya di timnas U-19 dan U-23 itu adalah orang yang baik.

Sebagaimana diketahui, Saddil Ramdani telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayayan. Kasus tersebut kini sedang ditangani oleh Polres Kendari.

"Saya malah belum tahu, kalau saat saya yang latih, dia pekerja keras, punya komitmen dan secara keseluruhan baik," kata Indra Sjafri saat dihubungi pewarta, Minggu (5/4/2020).

Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri memberikan keterangan mengenai persiapan skuatnya menjelang SEA Games 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Michael Siahaan)
Indra Sjafri saat masih menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22 memberikan keterangan mengenai persiapan skuatnya menjelang SEA Games 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Michael Siahaan)

Indra menjelaskan itulah mengapa eks Persela Lamongan itu selalu menjadi andalannya di timnas Indonesia ketika masih menjadi pelatih.

"Makanya dia termasuk pemain dalam skema game plan saya," jelas mantan juru taktik Bali United itu.

Saddil Ramdani kini memperkuat Bhayangkara FC. Tim milik Polri itu akan tetap mengawal kasus Saddil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Meski diakui oleh COO Bhayangkara FC Sumardji bahwa kasus ini bisa selesai secara kekeluargaan.

"Tentu kami akan mengikuti semua proses hukum dan menaati semua proses hukum yang sedang terjadi pada salah satu pemain kami," ujar Sumardji.

"Tapi sekali lagi kami berharap ini pertengkaran keluarga, sebaiknya diselesaikan di luar jalur hukum. Jadi diselesaikan secara kekeluargaan," tambahnya.

Terkait

Terkini