Kamis, 09 April 2020

Resmi Ditunda, PSSI Minta PT LIB Atur Ulang Jadwal Liga 1 dan Liga 2 2020

Kompetisi ditunda karena imbas dari wabah virus corona

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Logo Liga 1 2020.

Bolatimes.com - PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menyusun ulang jadwal Liga 1 dan Liga 2 2020. Hal itu tak lepas keputusan penundaan kompetisi selama dua pekan karena wabah virus corona.

"Setelah berkoordinasi dengan Menpora, PT LIB, dan Exco pada hari Sabtu lalu kami putuskan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang sudah terjadwal minimal ditunda dua pekan sembari menanti perkembangan terkini atas persebaran virus corona," ujar Ketum PSSI M. Iriawan di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (17/3/2020).

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menyusun kembali jadwal pertandingan dan hal yang bersifat teknis serta administratif agar dikoordinasikan dengan manajer Liga 1 2020 dan Liga 2.

Ketua Umum PSSI M. Iriawan saat memimpin rapat bersama manajemen seluruh klub Liga 1 dan Liga 2 di Jakarta, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO/Media PSSI)
Ketua Umum PSSI M. Iriawan saat memimpin rapat bersama manajemen seluruh klub Liga 1 dan Liga 2 di Jakarta, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO/Media PSSI)

Jalannya kompetisi sudah mulai dihentikan sejak laga terakhir pekan ke-3 untuk Liga 1 dan pekan pembuka Liga 2 2020 pada Minggu (15/3).

Awalnya, penghentian kompetisi hanya akan berlangsung dua pekan, namun karena pemerintah tengah bekerja keras menanggulangi Covid-19 maka PSSI memutuskan untuk menunda hingga waktu yang belum ditentukan.

PSSI juga akan membantu LIB untuk melakukan kajian cost, manajemen risiko di masing-masing klub dalam kondisi terburuk usai dua pekan penghentian sementara kompetisi.

"Juga untuk membuat assesment risiko dan rencana mitigasi atas jalannya liga setelah dua pekan ke depan. PSSI akan memberikan asistensi teknis kepada PT LIB untuk melakukan kajian bersama dengan liga-liga internasional lainnya, khususnya Asia Tenggara terhadap kebijakan yang akan diambil secara global," pungkasnya.

Penulis: Reky Kalumata

Terkait

Terkini