Kamis, 02 April 2020

Ridwan Kamil Sarankan Laga Persib Vs PSS Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Persib Bandung akan menjamu PSS Sleman akhir pekan ini.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Gelandang asing Persib Bandung, Omid Nazari. (Instagram/@persib_official).

Bolatimes.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyarankan laga Persib Bandung melawan PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (15/3/2020) dilaksanakan tanpa penonton. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Salah satu yang kami rekomendasi tentunya kita akan dapatkan dari kepolisian. Namun saya belum bisa jawab sekarang, tapi kalau boleh menyarankan, potensi yang besar seperti itu dihindari. Bahkan itu di liga-liga yang ada di Eropa, itu pertandingan tetap dilaksanakan tapi tanpa penonton," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Jumat (13/3/2020), dikutip dari Antara.

Ditemui usai menggelar Rapat Koordinasi COVID-19 dengan DPRD Jabar di Gedung Sate, lelaki yang akrab dipanggil Kang Emil mengatakan penonton sebaiknya cukup menyaksikan laga tersebut di televisi atau mengadakan nonton bareng atau nobar.

"Jadi keputusan soal itu dalam satu hingga dua hari ini akan ada. Tentunya kita akan mengambil keputusan yang baik," kata dia menambahkan.

Apa yang dilakukan bukan tanpa alasan yaitu untuk meminimalisir kerumunan orang banyak tersebut tak hanya bisa saja diberlakukan pada pertunjukan pertandingan olahraga. Termasuk festival musik maupun acara publik lainnya juga perlu pertimbangan.

"Dan hal itu bukan hanya usulan festival, ini pengajian juga banyak, lalu ada istighosah juga banyak, ini sedang dikaji hari ini. Nanti besok lusa ada cara-cara," lanjutnya.

Alhasil, kata dia, poinnya ialah waspada tapi rasional menghadapi wabah virus corona selama belum ada ukuran-ukuran tertentu yang mengkhawatirkan.

"Tentunya kami tidak ingin ada ekonomi tiba-tiba berhenti kan, tidak ada pergerakan kasihan. Sehingga dari itu juga kita siaga terkait ketahanan pangan terutama untuk kaum duafa yang mungkin daya belinya kecil," terang Kang Emil.

Terkait

Terkini