Minggu, 29 Maret 2020

Kondisi Stadion Brawijaya Bikin Paul Munster Heran, Mengapa?

Bhayangkara FA akan bertandang ke markas Persik Kediri pada pekan ke-2 Liga 1 2020.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Para pemain Bhayangkara FC melakukan latihan ringan di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (5/3/2020), jelang laga Liga 1 2020 melawan Persik Kediri. [Suara.com / Usman Hadi]

Bolatimes.com - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengaku heran Stadion Brawijaya, Kediri bisa dipakai usai lolos verifikasi untuk menggelar laga-laga Liga 1 2020. Menurutnya, banyak kekurangan dari stadion berkapasitas 20 ribu kursi itu. 

Munster berkomentar jelang laga tandang timnya kontra tuan rumah Persik Kediri, pada gelaran pekan kedua Liga 1 2020 di Stadion Brawijaya, Jumat (5/3/2020) sore WIB.

Munster sendiri menemukan kekurangan-kekurangan ini setelah ia dan para pemain Bhayangkara FC melakukan uji coba lapangan, sehari jelang laga.

Mantan pelatih Timnas Vanuatu itu melihat banyak lubang ataupun permukaan rumput yang rusak di berbagai sudut lapangan.

Tidak hanya itu, beberapa bagian rumput Stadion Brawijaya juga sudah terlihat coklat karena sudah mati. Bagi Munster, situasi ini tidak bagus buat sepakbola Indonesia. 

"Jadi ketika ke lapangan, saya menemukan lubang-lubang di lapangan yang cukup besar. Lapangan juga tidak rata, banyak juga warna coklat karena rumputnya mati. Jadi saya heran, kenapa bisa main di sini? Kenapa stadion ini bisa menggelar laga-laga Liga 1," celoteh Munster dalam jumpa pers sehari jelang pertandingan, yang bertempat di Kantor KONI Kota Kediri, Kamis (5/3/2020). 

"Itu juga bisa mempengaruhi perkembangan sepakbola Indonesia. Kalau fasilitas dibangun baik, tentu sepakbola Indonesia bakal lebih baik lagi. Tapi jika keadaanya sama, ya tetap sama saja," keluh pelatih berusia 38 tahun itu. 

"Di Indonesia ini sebenarnya ada potensi yang besar, cuma dari sisi profesionalitas pengelolaan kurang. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi," harapnya.

Winger Bhayangkara FC, Andik Vermansah (kanan) dan pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster (tengah) dalam jumpa pers jelang laga kontra Persik Kediri. Jumpa pers dihelat di Kantor KONI Kota Kediri, Kamis (5/3/2020). [Suara,com / Usman Hadi]
Winger Bhayangkara FC, Andik Vermansah (kanan) dan pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster (tengah) dalam jumpa pers jelang laga kontra Persik Kediri. Jumpa pers dihelat di Kantor KONI Kota Kediri, Kamis (5/3/2020). [Suara,com / Usman Hadi]

 

Lebih lanjut, juru taktik asal Irlandia Utara itu juga mengkritik ofisial pertandingan di Tanah Air. 

"Yang saya pelajari ketika main away game itu, ofisial pertandingan tidak akan memberikan putusan apa pun kepada tim tamu. Jadi sangat berpihak ke tuan rumah, itu kesimpulannya!" ketus Munster mengkritik. 

"Di musim kemarin saya mulai paham (situasi sepakbola Indonesia). Musim ini lebih lagi, sekarang ketika liga di mulai dan masuk ke sini (Stadion Brawijaya), lihat lapangan juga kurang bagus," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, winger Bhayangkara FC, Andik Vermansah pun menanggapi komentar sang pelatih.

"Kalau saya pribadi, saya sudah hafal lah. Maksudnya keadaan lapangan di Indonesia sudah hafal, mungkin coach baru di sini jadi mungkin kaget," ujar Andik.

"Tap,i saya rasa juga sangat bagus apa yang dikatakan coach saya tadi (soal perbaikan kualitas rumput lapangan). Karena apa? Ini juga buat sepakbola kita lebih maju lagi," pungkas winger Timnas Indonesia itu.

[Adie Prasetyo Nugraha / Usman Hadi]

Terkait

Terkini