Rabu, 27 Mei 2020

Presiden La Liga Sudah Lama Ingin Lihat Manchester City Dihukum UEFA

Apa nih alasannya?

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas. (sumber: Dok. Marca).

Bolatimes.com - Presiden La Liga, Javier Tebas, senang bukan main setelah Manchester City dihukum oleh UEFA karena pelanggaran terhadap regulasi Financial Fair Play (FFP). Ia telah mengharapkan hal itu selama bertahun -tahun.

Pasalnya, tim seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) yang memiliki dana melimpah dianggap bisa merusak tatanan sepak bola.

Javier Tebas pun mengapresiasi langkah dari UEFA. Walau terbilang terlambat, hukuman ini dianggap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Cuitan Javier Tebas soal hukuman Manchester City. (Twitter/@tebasjavier).
Cuitan Javier Tebas soal hukuman Manchester City. (Twitter/@tebasjavier).

 

"UEFA akhirnya mengambil tindakan tegas. Menerapkan regulasi financial fair play dan menghukum doping finansial yang sangat penting untuk masa depan sepak bola," tulis Tebas di Twitter.

"Selama bertahun-tahun kami sudah meminta hukuman berat untuk Manchester City dan PSG. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," lanjutnya.

Manchester City tak hanya di-banned dari Liga Champions selama dua tahun, tetapi juga sanksi denda sebesar 30 juta euro atau Rp445,1 miliar.

Namun, UEFA masih memberi kesempatan kepada Manchester City untuk melakukan banding. Andai hukuman tak berubah, kondisi ini tentu sangat merugikan bagi tim asuhan Pep Guardiola tersebut.

Terkait

Terkini