Kamis, 09 April 2020

Antisipasi Pemain Titipan, Satgas Antimafia Bola Ikut Awasi Timnas U-20

Tugas tambahan Satgas Antimafia Bola Jilid III itu dilakukan dalam rangka persiapan Piala Dunia U20 Tahun 2021 yang digelar di Indonesia.

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol. Hendro Pandowo (kedua kiri) memberikan keterangan pers tentang penahanan Joko Driyono, Senin (25/3/2019) [Suara.com/Yosea Arga]

Bolatimes.com - Satgas Antimafia Bola jilid III memiliki tugas khusus. Selain mengawasi dan memonitor pertandingan pada Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, mereka juga bertugas mengawasi proses rekruitmen tim nasional usia 20 tahun.

Wakapolri Komjen Pol, Gatot Eddy Pramono, menegaskan bahwa tugas tambahan Satgas Antimafia Bola Jilid III itu dilakukan dalam rangka persiapan Piala Dunia U20 Tahun 2021 yang digelar di Indonesia.

Sehingga, dia berharap dengan adanya pengawasan dari Satgas Antimafia Bola Jilid III nantinya akan menghasilkan susunan pemain Timnas Indonesia U20 yang memang berkompeten.

"Makanya tambahan tugas daripada Satgas Antimafia Bola ini nanti juga akan mengawasi dan memonitor perekrutan daripada atlet-atlet sepakbola untuk (Timnas) Usia 20 dalam rangka persiapan Piala Dunia Tahun 2021," kata Gatot saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020).

Gatot lantas menjelaskan bahwa Satgas Antimafia Bola Jilid III di 11 wilayah di Indonesia. Menurut Gatot Satgas Antimafia Bola Jilid III itu pun turut berkoordinasi dengan kementerian/ lembaga terkait seperti PSSI, Kemenpora, Pengurus Klub, dan POM TNI.

"Kita sinergi, kita semakin menguatkan untuk mewujudkan sepak bola kita yang betul-betul bersih, bermartabat, berprestasi," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Satgas Antimafia Bola Jilid III, Brigadir Jenderal Polisi Hendro Pandowo menyampaikan bahwa tugas tambahan dalam mengawasi proses rekruitmen Timnas U20 itu berdasar instruksi Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz. Adapun, tujuannya yakni semata-mata guna menciptakan susunan pemain yang memang berdasar kompetensi bukan 'titipan'.

"Perintah Pak Kapolri dan perintah Pak Menpora. Sehingga kita koordinasi dengan ketua PSSI bagaimana bentuknya. Yang jelas monitoring pengawasan biar bentuk pemain-pemain yang handal kompetensinya bukan karena titipan," kata Hendro.

Penulis: Muhammad Yasir

Terkait

Terkini