Kamis, 09 April 2020

PSSI Salut dengan Keseriusan Pemkot Surabaya Siapkan Venue PD U-20

Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, baru saja mengunjungi Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (ketiga kanan), Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) dan Ketua PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh (kedua kiri) memeriksa rumput lapangan saat inspeksi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020) sebagai persiapan untuk menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Bolatimes.com - Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, mengunjungi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk melihat apa saja yang diubah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam persiapan venue Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Dengan melihat lokasi dan pemaparan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, melihat keseriusan yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya.

Disampaikan Iwan Bule, saat berada di tengah lapangan GBT Surabaya, Senin (10/2/2020) siang, bahwa sikap Pemkot Surabaya menyongsong Piala Dunia U 20 sangat serius. Ia berterima kasih pada Walkot Risma, soal keseriusan tersebut.

"Hari ini saya melihat Gelora Bung Tomo, yang menjadi tempat untuk Stadion utama, persiapan untuk World Cup (U20 2021) nanti, saya berterima kasih pada Bu Wali Kota (Risma), yang mau serius mempersiapkan beberapa Venue di Surabaya, dimana ini sudah terlihat sekali mulai pembangunan, didalam paparan kursi single seat sudah dipersiapkan, kemudian pagar-pagar, dan yang paling khusus adalah, tiga lapangan latihan, yang ada disekitar atau dekat dengan Bung Tomo ini," ujarnya pada awak media.

Saat ditanya ada kritikan untuk Pemkot Surabaya, soal renovasi GBT, Iriawan enggan menjawab. Ia melihat keseriusan Pemkot ingin sekali menjadi salah satu Venue Piala Dunia U-20 2021.

"Dari kami, ternyata serius sekali Surabaya mempersiapkan Venue World Cup 2021. Ya pasti ada, saya lihat tadi ada penambahan jacuzi yang belum ada, kamar mandi juga cukup baik, lampu juga ada tambahan, dan Bu Wali akan memperlebar ruang ganti, rencananya demikian, rumput yang pasti diganti," imbuhnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menendang bola ke arah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) saat inspeksi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Inspeksi tersebut untuk melihat secara langsung persiapan untuk menjadi salah satu "venue" perhelatan Piala Dunia U-20 pada 2021. ANTARA FOTO/Moch Asim.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menendang bola ke arah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) saat inspeksi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Inspeksi tersebut untuk melihat secara langsung persiapan untuk menjadi salah satu "venue" perhelatan Piala Dunia U-20 pada 2021. ANTARA FOTO/Moch Asim.

 

Iriawan juga menegaskan bahwa adanya sistem VAR dalam pelaksanaan Piala Dunia U 20 nantinya.

"Rencananya ada penerapan VAR dari FIFA di World Cup U20 2021, seyogyanya pada Piala Dunia, VAR pasti ada ya," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Risma, yang saat itu menemani Ketum PSSI, menegaskan bahwa target Pemkot Surabaya menyelesaikan proyek tersebut sekitar 9 bulan lamanya. Saat ini sudah masuk dalam posisi lelang.

"Targetnya infrastruktur akan selesai November paling telat, jadi kita berharap, sebelum itu kita uda kelar. Kami berharap, termasuk akses jalan-jalan tadi, termasuk turunan, nanti teman-teman lewat jalan tandes turun dari situ ketemu jalan baru itu sudah kita lelang semua, termasuk akses yang kesini, termasuk kearah Stadion itu sudah kita lelang, lah termasuk perbaikan gedung-gedung ini, paling lambat November," ujar Risma.

Soal akses ke lokasi GBT, Pemkot Surabaya sudah mulai mempersiapkan beberapa jalan. Selain itu, untuk lapangan latihan di area GBT, kemungkinan Agustus sudah jadi.

"Jalan tol yang tadi, kemudian dari tol kita buat fly over kesini, atau turun ke arah Stadion langsung, jadi ada tambahan 2. Untuk lapangan latihan di GBT Agustus kelar, bangunannya tidak serumit GBT," imbuh Risma.

Terkait

Terkini