Minggu, 16 Mei 2021

Ketum PSSI Edy Rahmayadi Bisa Dipanggil Satgas Anti Mafia Bola, Syaratnya..

Setelah Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dipanggil Satgas Anti Mafia Bola, Ketum PSSI, Edy Rahmayadi pun berpeluang mendapat panggilan serupa.

Galih Priatmojo
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kanan) bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/12/2018). PSSI akan memproyeksikan timnas U-16 Indonesia nantinya lolos di Olimpiade Paris, Perancis 2024 dan Piala Dunia 2030 serta peningkatan pendidikan kepelatihan bagi pelatih sepak bola lokal. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Bolatimes.com - Setelah Sekjen PSSI, Satgas Anti Mafia Bola menyebut ada peluang Ketua Umum PSSI Edy Rahmaydi dipanggil terkait pengaturan skor pertandingan atau match fixing yang terjadi di sepakbola Indonesia. 

"Ya nanti. Akan tetapi, (pemanggilan Ketua Umum PSSI ) tergantung dari hasil pemeriksaan hari ini dan pemeriksaan pada tersangka yang sudah ditetapkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, kemarin.

"Kami juga akan menanyakan tanggung jawab PSSI sebagai organisasi yang mewakili persepakbolaan di Indonesia. Otomatis dari sisi regulasi dan sistem, PSSI akan mengawasi itu. Termasuk wasit, pemain, yang juga masih berada di bawah kendali PSSI," tambahnya.

Beberapa stakeholders sepakbola Indonesia juga sudah diperiksa terkait masalah ini. Antara lain manajer Madura FC Januar Hermanto, Sekjen BOPI Andreas Marbun, Ketua BOPI Richard Sambera, dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Tidak sampai di situ, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlinton Siahaan, Chief Operating Officer (COO) Tigor Shalomboboy, dan Ketua Komite Disiplin PSSI, Asep Edwin juga diperiksa.

Adapun orang terakhir yang diperiksa adalah Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Satgas Anti Mafia Bola sudah bergerak cepat membasmi pengaturan skor atau match fixingyang terjadi di Liga 2 dan Liga 3.

Sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, setelah adanya laporan dari mantan manajer klub Liga 3 Persibara Banjanegara, Laskmi Indrayani.

Mereka adalah Priyanto (mantan anggota Komisi Wasit PSSI), Anik Yuni Artika Sari (wasit futsal), Johar Lin Eng (Anggota Exco PSSI), dan Dwi Irianto alias Mbah Putih (anggota non aktif Komdis PSSI).

 

Berita ini sudah dimuat di suara.com

Terkait

Terkini