Selasa, 18 Mei 2021

Gagal Total di Piala AFF, Para Pengurus PSSI Disarankan Mundur

Pemerhati sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menilai kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 adalah blunder besar.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi sepak bola Liga I di Jakarta, Selasa (25/9). PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara Liga I sampai batas waktu yang tidak ditentukan, menyusul tewasnya suporter Persija saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Minggu (23/9). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Bolatimes.com - Pemerhati sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, tampak geram dengan kegagalan skuat Garuda di Piala AFF 2018. Ia pun berharap para pengurus PSSI bisa sadar diri dengan menyatakan mundur.

Perjalanan Timnas Indonesia telah dipastikan gagal di Piala AFF 2018 setelah Filipina mampu bermain imbang 1-1 kontra Thailand, Rabu (21/11/18). Raihan satu poin membuat kedua tim mengoleksi tujuh poin, angka yang sudah tak bisa dikejar oleh skuat Garuda walau masih menyimpan satu laga.

Pada laga pemungkas Grup B, Timnas Indonesia bakal menjamu Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (25/11/2018). Namun, laga itu sudah tak berpengaruh apapun bagi Stefano Lilipaly cs walau mampu pesta gol sekalipun.

Hasil tersebut tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia memiliki reputasi tinggi di Asia Tenggara dengan lima kali ke final. Selain itu, skuat Garuda merupakan finalis di Piala AFF edisi sebelumnya.

Kegagalan Timnas Indonesia pun mendapat sorotan berbagai pihak, salah satunya dari pemerhati sepak bola Akmal Marhali. Ia menilai PSSI pimpinan Edy Rahmayadi memang tak serius mempersiapkan skuat untuk Piala AFF 2018.

''Dari awal kita memang tidak siap. Hanya target saja yang tinggi dicanangkan PSSI: JUARA, tanpa persiapan maksimal. Terkesan asal-asalan tampil, pergantian pelatih dadakan. Waktu adaptasi pelatih baru sangat mepet, agenda timnas yang bentrok dengan kompetisi yang membuat fokus pemain terbelah,'' tulis Akmal di Instagram.

''Ini buah karya dari blunder massal yang dilakukan pengurus PSSI. Kegagalan yang harusnya membuat instropeksi. Keren kalau sampai rame-rame menyatakan mundur sebagai bentuk tanggung jawab,'' imbuhnya.

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 menjadi yang keempat kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen sepak bola terakbar di Asia Tenggara ini. Sebelumnya, skuat Garuda pernah gagal lolos grup di Piala AFF edisi 2007, 2012, dan 2014.

Terkait

Terkini