Minggu, 16 Mei 2021

Persib Didiskualifikasi? Ini Kata Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi blak-blakan soal sanksi terhadap pihak yang bersalah atas kematian Haringga. Paling berat ancamannya didiskualifikasi

Galih Priatmojo
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi sepak bola Liga I di Jakarta, Selasa (25/9). PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara Liga I sampai batas waktu yang tidak ditentukan, menyusul tewasnya suporter Persija saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Minggu (23/9). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Bolatimes.com - Seusai menghentikan sementara Liga 1 2018, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi blak-blakan soal sanksi yang bakal diterima pihak bersalah terkait tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, Minggu (23/9/2018) lalu. Meski begitu lanjut Edy, bola ada di Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang berwenang memberi hukuman.

Meski berstatus sebagai ketua umum, Edy menjelaskan kalau pihaknya tidak berhak memutuskan segala sesuatu terkait sanksi. Gubernur Sumatera Utara itu hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Komisi Disiplin PSSI. 

''Ada hukuman yang paling rendah sampai tingkat paling tinggi yaitu didiskualifikasi. Untuk itu kami akan menindaklanjuti dalam rangka mencari fakta, karena apa yang terjadi ada beberapa kejanggalan,'' tutur Edy dalam jumpa pers di hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

'''Kalau yang kita tahu, TKP berada di pagar kedua, kejadian tepat 13.00 WIB. Sedangkan pertandingan bola (Persib vs Persija) dimulai pukul 16.00 WIB yang sebenarnya jam 15.30 WIB. Ada kejanggalan memang. Atas dasar itu, ada investigasi lanjutan untuk mencari kebenaran hal ini,'' terangnya.

PSSI sendiri telah mengambil keputusan untuk memberhentikan kompetisi Liga 1 2018 sampai batas yang belum ditentukan. Paling tidak, kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia baru akan kembali saat kasus tewasnya Haringga selesai diusut. 

Oleh karenanya, Edy belum bisa memastikan sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang bersalah. 

''Saya lebih baik salah ambil keputusan. Tapi, jangan sampai saya menghukum orang yang benar, bukan yang salah. Makanya ini kita telusuri agar benar-benar ketahuan masalahnya,'' pungkas Edi.

 

Berita ini sudah dimuat di suara.com

Terkait

Terkini