Minggu, 16 Mei 2021

Edy Rahmayadi Sebut Jumlah Pemain Jadi Pemicu Suporter Rusuh

Pembinaan kompetisi usia muda dinilai jadi kunci pembinaan suporter.

Stephanus Aranditio
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi sepak bola Liga I di Jakarta, Selasa (25/9). PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara Liga I sampai batas waktu yang tidak ditentukan, menyusul tewasnya suporter Persija saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Minggu (23/9). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Bolatimes.com - Anggota The Jakmania, Haringga Sirila menjadi korban nyawa ketujuh dari rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta sejak 2012, kasus kematian suporter yang terus berulang ini dinilai ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi terkait dengan jumlah pemain sepak bola di Indonesia.

Edy Rahmayadi dalam acara talkshow di TV One membandingkan perbandingan antara jumlah pemain dengan jumlah penduduk di Indonesia dan berbagai negara lain.

Menurut Edy yang juga Gubernur Sumatra Utara ini, perbandingan jumlah pemain dan jumlah penduduk itu menjadi salah satu pemicu kericuhan antar suporter di Indonesia.

''Indonesia, pemain bolanya 76 ribu, penduduknya 250 juta. Inilah salah satu yang mengakibatkan suporter berkelahi, jangan pandang dulu yang lain, salah satunya itu!'' tegas Edy Rahmayadi.

Data yang disebutkan Edy Rahmayadi menunjukkan perbandingan yang sangat jauh antara jumlah pemain dan masyarakat Indonesia.  Sebelumnya ia menyebutkan sejumlah data perbandingan pemain sepak bola di Spanyol, Belanda, Jerman, Thailand, Singapura, hingga Malaysia yang memiliki perbandingan yang seimbang.

Tim GSI Kab Probolinggo dibawah binaan Dispendik Kab Probolinggo (twitter.com/Infokabprob)
Tim GSI Kab Probolinggo dibawah binaan Dispendik Kab Probolinggo (twitter.com/Infokabprob)

 

Edy mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah menyelenggarakan kompetisi tingkat pelajar sekolah yang dinamakan Gala Siswa Indonesia (GSI).

''Makanya yang tanggap kehadiran pemerintah terhadap sepak bola ini. Saya sampai cium tangan itu sama Mendikbud Muhajir (Effendy -red). Beliau lakukan Gala Siswa, seluruh Indonesia 34 provinsi, anak SMP, yang juara satu saya kirim ke Barcelona, juara dua saya kirim kesini, juara tiga saya kirim ke Asia,'' jelas Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan kompetisi usia muda seperti ini sangat baik untuk membantuk PSSI mencari dan membina bibit muda pesepakbola Indonesia yang bermuara di tim nasional Indonesia.

''Populerkah beliau? tidak! usianya 15 14 tahun, 10 tahun yang akan datang baru bisa dipakai, itu menjawab untuk ke depan, saya berpikir itu,'' tegas Edy.

GSI adalah kompetisi sepak bola pelajar yang digalang Kemendikbud bekerjasama dengan PSSI dan KONI. GSI diikuti sebanyak 8.100 sekolah atau lebih dari 144.000 siswa di seluruh Indonesia. Kompetisi ini dimulai sejak Januari lalu dari tingkat kecamatan, kemudian bertahap ke tingkat Kabupaten/Kota sampai Provinsi dan nasional pada Oktober 2018.

Sementara itu, atas kematian Haringga, PSSI pada Selasa (25/9/2018) menghentikan sementara Liga 1 Indonesia sampai waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk berkabung dan akan segera melakukan investigasi dan evaluasi lebih dalam.

Terkait

Terkini