Minggu, 16 Mei 2021

Ketum PSSI Sebut Suporter Tanggungjawab Klub, PSSI Beri Imbauan

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengungkapkan tanggungjawab suporter ada di klub, PSSI hanya memberi himbauan. Jadi tak tepat jika PSSI disalahkan.

Galih Priatmojo
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi (pssi)

Bolatimes.com - Tewasnya suporter Jakmania, Haringga Sarila makin membuat suram wajah sepak bola Indonesia. BOPI sebagai perpanjangan tangan pemerintah bahkan bereaksi, kinerja Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pun jadi sorotan.

Berdasarkan catatan Save Our Soccer, sebuah lembaga swadaya pemerhati sepak bola tanah air, Haringga menjadi korban ke-70 suporter Indonesia yang meregang nyawa akibat sepak bola.

Sebelum Haringga, serentetan peristiwa serupa juga sudah terjadi di sepanjang tahun 2017 hingga awal tahun 2018, di mana peristiwa itu terjadi ketika Edy menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Namun sepertinya Edy bergeming dan tak mau disalahkan atas kejadian nahas yang menimpa sejumlah suporter termasuk Haringga.

Dikutip dari wawancara yang dilakukan di Kompas TV, mantan Pangkostrad itu berkilah bahwa peristiwa nahas itu di luar kendalinya. PSSI bahkan sudah melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk menyediakan aparat dengan jumlah personel yang banyak hingga melarang suporter Persija datang ke GBLA.

''Kami berulang kali mengantisipasi hal tersebut, terkhusus dengan Jakmania dan Bobotoh. Setiap saat kami evaluasi dan panggil masing-masing yang bertanggung jawab dari kedua belah pihak. Bahkan, laga ini sudah dua kali ditunda,'' ungkapnya.

''Jangan mengadili. Pihak keamanan sedang menangani. Ini yang harus kita luruskan. Sepak bola kita mulai tumbuh secara positif. Ini yang harus kita evaluasi. Bangsa Indonesia adalah bangsa beradab. Semoga ini bisa menjadi yang terakhir,'' terangnya.

''Suporter dibina oleh klubnya masing-masing dan kami hanya melakukan imbauan. Bahkan, apabila suporter melakukan hal berlebihan, PSSI sudah memberikan hukuman kepada kesebelasan tersebut. Itu sudah cukup dan dilakukan oleh semua negara. Saya tidak perlu bercerita terlalu panjang,'' tandasnya.

Terkait

Terkini