Minggu, 16 Mei 2021

Pernah Kritik Pemainnya yang Puasa, Komentar Mourinho Berujung Kontroversi

Jose Mourinho pernah mengkritik Sulley Muntari yang jalankan puasa Ramadhan.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto
cloud_download Baca offline
cover_caption
Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. [ADRIAN DENNIS / AFP]

Bolatimes.com - Juru taktik asal Portugal, Jose Mourinho, merupakan pelatih kontroversial. Salah satu momen kontroversialnya ketika Mourinho mengkritik Sulley Muntari yang menjalankan puasa Ramadhan saat berlaga.

Momen tersebut terjadi dalam pertandingan pembuka Serie A Italia pada musim 2009/2010. Kala itu Inter Milan bertemu dengan Bari pada 23 Agustus 2009 yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Nah, laga tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga pemain muslim Inter Milan, Sulley Muntari menjalani puasa. Meski berpuasa, Mourinho tetap memainkan Muntari sebagai starter.

Alhasil, Mourinho tidak puas dengan performa Muntari yang dinilai tidak maksimal karena memaksakan diri untuk berpuasa. Akhirnya Mourino menarik keluar Muntari pada menit ke-29.

Pasca pertandingan yang berakhir imbang, Mourinho lalu melontarkan kritikan pedas kepada Muntari. Pelatih yang kini menangani Tottenham Hotspur tersebut mengatkaan kondisi fisik Muntari turun karena berpuasa ditambah cuacanya yang panas.

"Muntari memiliki beberapa masalah terkait Ramadhan, mungkin dengan cuaca panas ini tidak baik baginya untuk melakukan itu (puasa)," ucap Mourinho seperti dikutip dari Daily Mail.

"Ramadhan tiba di saat yang tidak ideal bagi seorang pemain muslim untuk memainkan pertandingan sepak bola," imbuh pelatih asal Portugal tersebut.

Sulley Muntari saat berseragam Inter Milan. (Emilio Andreoli / AFP)
Sulley Muntari saat berseragam Inter Milan. (Emilio Andreoli / AFP)

Imbasnya kritik pedas Mourinho ini sempat menjadi kontroversi. Presiden persatuan komunitas dan organisasi Islam di Italia, Mohamed Nour Dachan, saat itu membalas kritik yang diucapkan Mourinho.

"Saya pikir Mourinho bisa mengurangi bicaranya. Seorang pemain yang beribadah tidak akan melemahkannya. Kami tahu itu dari Institut Medis dan Olahraga bahwa stabilitas mental dan psikolgis atlet bisa memberinya keunggulan di lapangan," ucap Nur Dachan.

Mourinho pun sempat memberikan klarifikasi terkait ucapannya itu. Dia menegaskan bahwa pihak media dengan sengaja memotong ucapannya sehingga terjadi kesalahpahaman.

"Situasi dengan Muntari adalah tanggung jawab Anda. Saya tahu apa yang saya katakan. Saya berkata 'Anda tidak dapat mengkritik keuputusan Muntari karena itu merupakan masalah iman dan Agama. Artinya saya tidak bilang Muntari harus melupakan keyakinannya," klarifikasi Mourinho.

Menariknya, Muntari sendiri sempat kehilangan di tempat utama Inter Milan ketika bulan Ramadhan tahun itu. Akan tetapi, setelah Ramadhan selesai Mourinho kembali memasukkan Muntari sebagai starter.

Singkat cerita, kendati diawali dengan kontroversi, musim 2009/2010 bisa dibilang musimnya Mourinho. Sebab, dia mampu membantu Inter Milan mencapai puncak kejayaan dengan meraih treble winner.

Pada musim tersebut, Inter Milan mampu menyabet Scudetto Serie A Italia, juara Coppa Italia, dan memenangkan Liga Champions.

Terkait

Terkini