Minggu, 09 Mei 2021

Telepon Disadap Polisi, Terkuak Robinho Tertawakan Korban Pemerkosaan

Robinho menertawakan korban pemerkosaan.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto
cloud_download Baca offline
cover_caption
Robinho. (Sumber: Dok. Sportkeeda).

Bolatimes.com - Mantan bintang Timnas Brasil, Robinho dituntut sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Banding di Milan, Italia karena terlibat dugaan pemerkosaan. Diketahui dari barang bukti, Robinho bahkan menertawakan wanita yang menjadi korbannya.

Robinho dituntut hukuman berat atas dugaan turut berpartisipasi dalam pemerkosaan beramai-ramai terhadap wanita Albania di kelab malam di Milan pada 2013.

Pemain bernama lengkap Robson de Souza Robinho memang tengah berkarir di AC Milan saat itu. Dia diduga melakukan pemerkosaan bersama temannya, Ricardo Falco. Keduanya memperkosa seorang gadis Albania yang merayakan ulang tahun ke-23 di kelab malam.

Disadur dari laporan Dailymail pada Sabtu (12/12/2020), dalam persidangan terdapat bukti yang ditemukan, salah satunya dari panggilan telepon Robinho. Setelah disadap oleh polisi terkuak pesan yang dibicarakan Robinho kepada temannya Falco merujuk kejadian pemerkosaan itu.

"Saya tertawa karena saya tidak peduli. Wanita itu benar-benar mabuk, dia tidak tahu apa yang terjadi," isi pesan dalam panggilan telepon Robinho ke Falco.

Pemain Brasil, Robinho. [Shutterstock/David Alayo]
Pemain Brasil, Robinho. [Shutterstock/David Alayo]

Akibatnya Robinho kini dituntut hukuman penjara sembilan tahun. Namun, dia belum dijebloskan ke penjara karena masih memiliki tiga kesempatan untuk mengajukan banding.

Berkat kasus ini, kontrak Robinh diputus oleh Santos, klub yang membawanya kembali ke Brasil pada Oktober lalu. Santos sendiri awalnya enggan melepaskan Robinho, tapi akhirnya setuju menyusul tekanan yang timbul dari hukuman kekerasan seksual yang diterima sang pemain di Italia.

Dalam pernyataan resmi, Santos menjelakan bahwa keputusan itu diambil klub agar Robinho dapat "berkonsentrasi secara eksklusif pada pertahanannya dalam proses yang berlangsung di Italia."

Di sisi lain, dari pihak korban melalui pengacaranya mengatakan bahwa tuntutan kepada Robinho menunjukkan contoh perlindungan perempuan dan sistem keadilan telah berfungsi saat diperlukan.

Terkait

Terkini