Kamis, 22 Oktober 2020

Soal Cekcok Lloris vs Son, Mourinho Malah Senang

Lloris dan Son cekcok usai Tottenham mengalahkan Everton.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Son Heung-min ribut dengan Hugo Lloris. (Screenshot/Sky Sports).

Bolatimes.com - Keributan antara kiper Spurs Hugo Lloris dan rekan setimnya Son Heung-min mewarnai kemenangan Tottenham Hotspur. Namun manajer Spurs, Jose Mourinho dengan nada bahagia menyebut hal itu indah.

Hanya menang satu kali dari sembilan pertandingan terakhir dari semua kompetisi menjelang laga melawan Everton itu dan hasrat pertandingan mereka dipertanyakan Mourinho setelah takluk 1-3 kepada Sheffield United akhir pekan lalu, membuat emosi membara di kalangan pemain Spurs.

Spurs akhirnya unggul berkat gol bunuh diri Michael Keane namun Lloris mendidih emosinya ketika para pemain meninggalkan lapangan usai babak pertama. Dia mengomeli Son tak mau melapis balik ketika Richarlison memiliki peluang emas menciptakan gol pada akhir babak pertama untuk Everton.

Reaksi kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris (kiri) dengan Son Heung-Min saat laga melawan Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, London. Adam Davy / POOL / AFP
Reaksi kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris (kiri) dengan Son Heung-Min saat laga melawan Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, London. Adam Davy / POOL / AFP

Mereka sampai terpaksa dipisahkan rekan-rekan satu timnya sekalipun semuanya akhirnya tersenyum kembali.

Mourinho, yang menjadi manajer kelima yang mencatat kemenangan ke-200 di Liga Premier dan yang tercepat kedua melakukan hal itu setelah Alex Ferguson, menyatakan dia mendorong pemain-pemainnya untuk lebih kritis satu sama lain.

"Itu indah," kata Mourinho yang klubnya merangkak naik ke posisi delapan atau sembilan poin di bawah peringkat keempat seperti dikutip Antara dari Reuters.

"Kemungkinan besar itu (percekcokan) sebagai akibat dari pertemuan-pertemuan kami. Jika Anda ingin ada orang yang disalahkan, maka orang itu adalah saya. Saya mengkritik anak-anak saya, mereka tidak cukup kritis terhadap mereka sendiri."

"Saya meminta dia untuk saling lebih menuntut. Son adalah anak yang hebat, semua orang menyukai Son tetapi sang kapten meminta Anda harus berbuat lebih dan memberi lebih kepada tim."

Memperkuat mentalitas yang dia harapkan dari pemain-pemainnya, Mourinho, juara Liga Premier tiga kali selama dua termin masa melatih Chelsea, mengatakan dia mendorong pertukaran pandangan yang jujur di antara pemain-pemainnya.

"Sebuah tim berisi anak-anak baik dan anak-anak yang manis, satu-satunya yang mereka inginkan menang di akhir musim adalah piala fair play dan saya tak pernah tertarik menang seperti itu," kata dia.

"Saya tidak suka tim yang tidak kritis. Yang terjadi pada babak pertama itu semestinya tak boleh terjadi di sini, itu harusnya terjadi cuma di dalam ruang ganti."

"Tetapi saya bisa jamin Anda tim-tim yang saya menangkan selalu berjuang keras," kata dia.

Terkait

Terkini