Jum'at, 05 Juni 2020

Digadang Jadi Pemain 100 Juta Pounds, Begini Nasib Eks MU Ravel Morrison

Digadang-gadang bakal jadi pemain kelas dunia, Morrison justru gagal memenuhi espektasi.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Ravel Morrison saat masih berseragam Manchester United. (ANDREW YATES / AFP)

Bolatimes.com - Nama eks wonderkid Manchester United, Ravel Morrison, kembali menjadi perbincangan publik. Namun bukan karena kesuksesan, melainkan kariernya yang turun drastis.

Jika ditelisik lebih jauh, Morisson adalah jebolan akademi Manchester United bersama Paul Pogba dan Jesse Lingard. Bahkan sepak terjangnya kala itu diakui lebih hebat dari kedua rekannya tersebut.

Di masa belianya, Morrison sudah mencuri perhatian para pemain senior Menchester United. Penyerang legendaris seperti Wayne Rooney hingga Rio Ferdinand pun dibuat terpukau dengan penampilan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu.

Rooney pun mengakui bahwa Morrison memiliki talenta hebat sebagai seorang gelandang. Bahkan ia sukses menembus tim utama saat masih berusia 17 tahun.

''Aku ingat pada Ravel Morrison dan berpikir bahwa ia memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan di posisinya. Dia brilian dan percaya diri. Dalam semenit, ia bahkan sanggup mengolongi Nemanja Vidic tiga kali dalam latihan,'' ujar Rooney, dilansir dari talkSport.

Kemudian seorang Ferdinand membuat prediksi bahwa Morrison akan menjadi pemain seharga 100 juta pounds. Sebab ia yakin pemain berpaspor Inggris itu bakal menjadi pemain kelas dunia.

''Lihatlah bocah lelaki itu. Manajer pikir dia adalah pemain terbaik yang pernah dilihat pada usianya. Saya yakin Morrison bisa menjadi pemain seharga 100 juta pounds,'' kata Ferdinand.

Ravel Morrison saat berkostum West Ham United. (Instagram/1ravel)
Ravel Morrison saat berkostum West Ham United. (Instagram/1ravel)

Namun semua prediksi itu gagal total. Morrison tercatat hanya tampil sebanyak tiga kali selama kariernya di Manchester United, sebelum akhirnya dijual Sir Alex Ferguson ke West Ham United pada musim 2011/2012.

Salah satu penyebab Morrison gagal bersinar kala itu karena sikapnya yang tempramen.  Sebab ia dididik di lingkungan yang salah serta gaya hidup yang tak sesuai sebagai seorang pesepak bola.

Morrison juga tercatat pernah tersandung beberapa kasus. Antara lain terciduk melakukan pencurian di ruang ganti. Kemudian melakukan protes minta kenaikan gaji mencapai 15 ribu pounds per pekab kepada Manchester United.

''Tapi dia kesulitan dengan gaya hidup dan lingkungannya, yang menyedihkan baginya. Sebab saat itu saya melihat Pogba, Lingard, serta semua pemain, Morrison jauh lebih baik daripada mereka,'' kata Rooney.

Selama di West Ham, Morrison juga gagal menunjukkan performa terbaiknya. Pemain yang kini berusia 27 tahun itu lebih banyak dipinjamkan ke Queen Park Rangers, Birmingham City, hingga dibuang ke klub Italia, Lazio.

Setelah itu kariernya justru makin tak karuan. Morrisson kemudian berpetualang ke klub Liga Meksiko bersama Atlas, hingga ke Liga Swedia bersama Ostersund.

Sampai akhirnya Morrison diboyong Sheffield United di awal musim ini. Sempat tampil sekali di Liga Primer Inggris, pemain berdarah Jamaika itu kemudian dipinjamkan ke Middlesbrough pada musim dingin 2020.

Terkait

Terkini