Jum'at, 05 Juni 2020

Eks Pemain Chelsea Diskors Hertha Berlin usai Langgar Aturan Jaga Jarak

Ia melanggar aturan jaga jarak karena bersalaman dengan rekan setimnya.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pemain Hertha Berlin Salomon Kalou merayakan golnya saat menghadapi Borussia Dortmund. (Tobias SCHWARZ / AFP)

Bolatimes.com - Salomon Kalou diskors oleh klubnya Hertha Berlin setelah ia melanggar aturan menjaga jarak (physical distancing) terkait pandemi virus corona, dengan mengunggah video bersalaman dengan rekan-rekan setimnya.

Pada video yang diunggah di laman Facebook terlihat Kalou menyambut rekan-rekan setimnya dan pekerja klub dengan berjabat tangan.

Tindakan berjabat tangan saat ini dilarang oleh Liga Jerman, yang menerapkan peraturan-peraturan ketat terkait kebersihan dalam upaya mereka untuk mengamankan lampu hijau agar kompetisi dapat dilanjutkan.

Pemain Hertha Berlin Salomon Kalou (kiri) dan Vedad Ibisevic merayakan golnya saat menghadapi VfB Eichstaett. Christof STACHE / AFP
Pemain Hertha Berlin Salomon Kalou (kiri) dan Vedad Ibisevic merayakan golnya saat menghadapi VfB Eichstaett. Christof STACHE / AFP

 

"Foto-foto Salomon Kalou dari ruang ganti Hertha Berlin benar-benar tidak dapat diterima," demikian pernyataan operator Liga Jerman (DFL) seperti dilansir AFP.

Hertha mengatakan mereka telah menskors pemain Pantai Gading berusia 34 tahun itu dengan dampak yang berlaku sesegera mungkin.

Mantan pemain Chelsea Kalou meminta maaf untuk tindakannya dan mengatakan ia semestinya dapat bersikap lebih baik karena keterlibatannya pada proyek-proyek kesehatan di kampung halamannya.

"Saya meminta maaf jika sikap saya memberi kesan bahwa saya tidak menganggap serius virus corona. Saya meminta maaf untuk hal itu," tutur Kalou.

"Sebenarnya yang terjadi adalah saya sangat peduli, karena saya khususnya mencemaskan orang-orang di Afrika, karena pelayanan kesehatan di sana tidak sebagus di Jerman. Saya benar-benar tidak memikirkan hal itu," tambahnya.

Operator Liga Jerman mengatakan pada Senin bahwa pemeriksaan massal kepada para pemain dan staf telah menghasilkan sepuluh kasus positif corona.

Terkait

Terkini