Senin, 25 Mei 2020

Kesaksian Lukaku, 23 Pemain Inter Tunjukkan Gejala Corona di Awal Tahun

Namun hingga kini manajemen Inter Milan menyatakan tidak satupun pemainnya yang positif terjangkit virus corona.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Striker Inter Milan Romelu Lukaku merayakan golnya ke gawang Cagliari saat laga babak 16 besar Coppa Italia di Giuseppe Meazza. (Miguel MEDINA / AFP)

Bolatimes.com - Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku mengungkapkan 23 dari 25 pemain timnya menderita sakit di akhir bulan Januari, atau kira-kira sebulan sebelum kasus virus corona pertama diumumkan di Italia.

Hal itu diungkapkan Lukaku dalam sesi wawancara melalui Instagram Live bersama istri penyerang Napoli Dries Mertens, Kat Kerkhofs, yang juga merupakan presenter stasiun televisi Belgia pada Selasa (21/4/2020).

Hingga saat ini Inter belum melaporkan adanya pemain yang terjangkit virus corona kendati klub itu bermarkas di Lombardia, provinsi yang menjadi episentrum pandemi corona di Italia.

"Kami sempat libur sepekan pada Desember dan ketika kembali saya bersaksi bahwa 23 dari 25 pemain sakit. Saya tidak bercanda," kata Lukaku sebagaimana dilansir laman Football Italia.

"Kami bermain melawan Cagliari-nya Radja Nainggolan dan setelah sekira 25 menit, salah satu bek kami harus meninggalkan lapangan. Ia tidak bisa lanjut bermain dan hampir pingsan," ujarnya menambahkan.

Pemain Inter Milan rayakan gol ke gawang Ludogorets di laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa 2019/2020 di Ludogorets Arena, Bulgaria, Jumat (21/2/2020) dini hari WIB. [NIKOLAY DOYCHINOV / AFP]
Pemain Inter Milan rayakan gol ke gawang Ludogorets di laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa 2019/2020 di Ludogorets Arena, Bulgaria, Jumat (21/2/2020) dini hari WIB. [NIKOLAY DOYCHINOV / AFP]

 

Lukaku merujuk pada Milan Skriniar yang meninggalkan lapangan setelah pertandingan pada 26 Januari itu baru berlangsung 17 menit dan seturut pernyataan resmi karena ia merasa pusing dan belum sembuh dari flu yang dideritanya.

Pasien positif COVID-19 pertama di Italia diumumkan pada 21 Februari, sehingga para pemain Inter tidak menjalani pemeriksaan terkait penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru tersebut.

"Semua orang batuk-batuk dan demam. Ketika melakukan pemanasan, saya merasa suhu badan lebih tinggi dibanding biasanya. Saya sudah bertahun-tahun tidak mengalami demam," kata Lukaku seperti dimuat Antara.

"Setelah pertandingan saya sebetulnya diundang makan malam dengan pihak Puma, tetapi saya membatalkannya dan langsung beristirahat. Saat itu kami tidak melakukan pemeriksaan virus corona, jadi kami tidak pernah tahu secara pasti," ujarnya melengkapi.

Bek tengah Inter Milan, Milan Skriniar (kanan). [Miguel MEDINA / AFP]
Bek tengah Inter Milan, Milan Skriniar (kanan). [Miguel MEDINA / AFP]

 

Skuat Inter mungkin nantinya akan mengetahui secara pasti soal dugaan Lukaku tersebut ketika kembali berlatih, sebab protokol yang diajukan operator Serie A Italia mengharuskan setiap tim mengadakan tes darah untuk memeriksa antibodi para pemainnya.

Jika ditemukan terdapat antibodi, itu berarti mereka sempat dihinggapi virus tersebut namun sukses pulih secara alamiah.

Kelanjutan Serie A Italia hingga kini belum bisa dipastikan. Operator liga dan federasi sepak bola Italia, FIGC, tengah mengajukan proposal kelanjutan kompetisi musim 2019/20 disertai protokol kesehatan dan keamanan ke pemerintah Italia.

Inter tampak sebagai penantang gelar juara serius pada awal musim dibimbing pelatih anyar Antonio Conte, tetapi kini tertahan di urutan ketiga klasemen dengan koleksi 54 poin dan terpaut sembilan poin dari Juventus yang berada di puncak sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi corona.

Terkait

Terkini