Senin, 01 Juni 2020

Vicente del Bosque Sebut Neymar Bukan Contoh Pesepak Bola yang Baik

Neymar memiliki masalah sikap menurut Del Bosque.

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar. (LIONEL BONAVENTURE / AFP)

Bolatimes.com - Pada bursa transfer Januari 2020, Neymar santer dikabarkan akan kembali ke Barcelona. Rumor tersebut diprediksi akan kembali mencuat pada bursa transfer musim panas mendatang. 

Terkait situasi tersebut, mantan pelatih Timnas Spanyol, Vicente del Bosque, turut buka suara. Namun, ia ogah mengatakan bahwa transfer itu akan bagus atau tidak.

Del Bosque hanya memberikan penilaian pribadi terhadap Neymar. Ia menyebut eks pemain Santos itu sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetapi tidak dengan sikapnya.

Del Bosque menganggap Neymar sebagai pemain yang banyak menipu dan suka berpura-pura di lapangan. Ia juga kurang senang dengan cara Neymar kala meninggalkan Barcelona untuk bergabung PSG pada Agustus 2017 silam.

"Dia anak yang sulit. Bagi saya itu bukan contoh yang baik. Dan sebagai catatan, bagi saya dia hebat sebagai pemain. Jika Anda meminta saya memberi tahu siapa lima pemain terbaik di dunia, dia aman dalam daftar saya," kata Del Bosque kepada Mundo Deportivo.

"Tapi di lapangan dia gemar menipu, dia banyak berpura-pura. Dan juga, bagaimana dia meninggalkan Barcelona," imbuhnya.

Walau begitu, banyak pemain Barcelona yang menginginkan Neymar kembali. Bahkan sang kapten Lionel Messi sempat menyatakan kegembiraannya andai pemain asal Brasil itu kembali.

Namun, Del Bosque menyarankan petinggi klub untuk tidak terpengaruh ucapan pemain. Pria yang mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 itu meyakini bahwa mayoritas pemain akan memberikan komentar positif untuk pemain lain yang pernah menjadi rekan setimnya.

"Banyak temannya meminta dia kembali. Tetapi klublah yang harus memutuskan siapa yang akan didatanhkan dan siapa yang tidak," kata Del Bosque.

"Anda tidak harus memperhatikan apa yang dikatakan para pemain. Itu sudah jadi pekerjaan direktur olahraga dan sekretaris teknis," lanjutnya.

"Sangat sulit bagi seorang pemain untuk berbicara buruk tentang pemain lain yang pernah menjadi rekannya. Saya hampir tidak ingat siapa pemain yang melakukannya," imbuh pelatih 69 tahun itu.

Terkait

Terkini