Kamis, 20 Februari 2020

Pemerintah China Geram Lihat Kicauan Ozil tentang Umat Islam Uighur

Menurut mereka, Ozil telah dibutakan oleh berita-berita palsu yang memberitakan adanya penindasan di Uighur.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Masut Ozil vs Leicester City. (Glyn Kirk/AFP).

Bolatimes.com - Pemerintah China benar-benar dibuat geram soal kicauan Mesut Ozil terkait konflik etnis Uighur di Xinjiang. Menurut mereka, gelandang Arsenal itu telah dibutakan oleh berita-berita palsu yang memberitakan adanya penindasan di sana. 

Untuk membuktikan bahwa berita itu tindak benar, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang sampai-sampai bersedia mengundang Ozil untuk berkunjung ke Xinjiang. Tujuannya agar bisa membedakan mana yang benar dan salah. 

"Ia (Ozil) tidak tahu bahwa pemerintah China melindungi warga China, termasuk kebebasan beragama warga Uighur, sesuai dengan hukum," kata Shuang dalam jumpa pers, seperti dikutip dari CNN International.

''Saya dapat mengatakan kepadanya bahwa Xinjiang China saat ini menikmati stabilitas politik, pembangunan ekonomi, persatuan nasional, keharmonisan sosial dan orang-orang hidup serta bekerja dalam damai,'' imbuhnya.

Seorang demonstran memegang foto pemain Arsenal Mesut Ozil dalam aksi dukungan bagi muslim Uighur, China, pada 14 Desember 2019 [AFP]
Seorang demonstran memegang foto pemain Arsenal Mesut Ozil dalam aksi dukungan bagi muslim Uighur, China, pada 14 Desember 2019 [AFP]

 

Usut punya usut, akar persoalan yang diutarakan Ozil bermula dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bahwa selama dua setengah tahun terakhir, China telah menahan hingga 2 juta warga Uighur, yang mayoritas adalah Muslim.

Sebagai buntut komentar Ozil, pemerintah China sampai-sampai memboikot siaran pertandingan Liga Primer Inggris antara Arsenal melawan Manchester City pada Minggu (15/12/2019).  Laga itu sendiri berakhir dengan kekalahan The Gunners dengan skor 0-3.

Sebelumnya, Ozil menuliskan kritikan soal Uighur. Melalui unggahan di Twitter dan Instagramnya, ia mengatakan '(Di China) Al-Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Meski begitu demikian, umat Islam tetap diam'.

Terkait

Terkini