Minggu, 29 November 2020

Taufik Hidayat Sebut Kemenpora Banyak 'Tikus', Ini Komentar Sesmenpora

Sesmenpora akui sempat tersinggung

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto usai menajalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola. (dok. Kemenpora)

Bolatimes.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto, buka suara mengenai tudingan Taufik Hidayat terkait banyaknya koruptor di Kemenpora. Ia mengaku sempat tersinggung.

Meski tak senang dengan ucapan legenda bulutangkis Indonesia itu, Gatot mengaku tetap menaruh hormat kepada Taufik Hidayat yang notabene punya banyak prestasi saat aktif bermain.

Pernyataan itu disampaikan Gatot saat menjadi pembicara di acara Ngobrol Bareng: Menjawab Tudingan Taufik Hidayat, yang diadakan MNC Trijaya FM lewat Live Instagram, Rabu (20/5/2020).

"Walau mas Taufik sampai sekarang bicara macam-macam, respek saya terhadap beliau tidak berkurang. Dia peraih medali emas Olimpiade, belum di event-event lain," kata Gatot.

Mantan Atlet Bulutangkis Taufik Hidayat (kiri) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (1/8). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Mantan Atlet Bulutangkis Taufik Hidayat (kiri) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (1/8). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

"Namun, ada tetapinya. Sayang Taufik mengucapkan itu seakan-akan menggeneralisir. Dia mengatakan setengah (pejabat) Kemenpora harus diamputasi (dipindahkan, Red)."

"Kalau dia memang menyebut ada tikus (koruptor, Red), tikus yang mana dulu? Jujur saja saya tersnggung karena dia tidak mengidentifikasi," tambahnya.

Lebih jauh, Gatot meminta Taufik Hidayat untuk menyebutkan siapa tikus-tikus yang dia maskud.

Kemenpora disebutnya berterimakasih kalau memang tudingan peraih medali emas Olimpiade 2004 itu terbukti benar.

"Apa yang diucapkan Taufik mungkin jadi pelajaran untuk kami. Bisa jadi omongan dia benar. Tapi dia harus kasih tau (siapa yang dimaksud), agar tidak jadi prasangka," tandas Gatot.

Penulis: Arief Apriadi

Terkait

Terkini