Selasa, 01 Desember 2020

Jelang Olimpiade 2020, Dua Pebulutangkis Putra Ini Diminta Jaga Fisik

Anthony dan Jonatan jadi dua wakil tunggal putra Indonesia yang paling punya kans melangkah ke Olimpiade 2020.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas Jonatan Christie (kiri) dan peraih medali perunggu Anthony Sinisuka Ginting (kanan) menggigit medali Asian Games 2018, usai upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari.

Bolatimes.com - Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra memiliki misi lain di samping tengah berusaha keras mengantarkan dua anak didiknya lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebelum membicarakan kiprah di multievent empat tahuan itu, Hendry mengaku akan lebih dulu fokus menjaga kondisi fisik Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting agar bebas cedera.

Anthony dan Jonatan jadi dua wakil tunggal putra Indonesia yang paling punya kans melangkah ke Olimpiade 2020.

Keduanya saat ini bertengger Top 5 klasemen kualifikasi Olimpiade 2020 (Race to Tokyo).

"Cedera atau sakit pasti tidak kita harapkan. Tapi dengan rotasi main dan jadwal turnamen yang seperti itu (mepet), ada kemungkinan (dibekap cedera)," ujar Hendry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk menghindari cedera dan hal-hal yang tak diinginkan, Hendry mengaku terus berkolaborasi dengan staf pelatih fisik dan fisioterapi PBSI.

Di samping itu, dia meminta Jonatan dan Anthony juga harus arif dalam menjalani pertandingan bulutangkis.

Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo, tengah berbincang dengan sang pelatih Hendry Saputra (kiri) dalam semifinal beregu putra SEA Games 2019, Senin (2/12). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo, tengah berbincang dengan sang pelatih Hendry Saputra (kiri) dalam semifinal beregu putra SEA Games 2019, Senin (2/12). [Humas PBSI]

 

"Selama ini kami cek tidak ada keluhan tentang cedera. Yang penting itu ada periodesasi latihan, setelah kejuaraan minimal ada jeda untuk istirahat dan latihan," beber Hendry.

"Walaupun ada juga turnamen yang back-to-back seperti All England dan Swiss Open nanti. Tapi negara lain juga seperti itu, jadi oke-oke saja."

"Namanya kompetisi, harus pintar-pintar. Dengan pengalaman bermain selama satu sampai tiga tahun ke belakang, saya rasa (Jonatan dan Anthony) oke-oke saja," pungkasnya.

Terkait

Terkini