Sabtu, 08 Agustus 2020

Multi Talenta, Kapten Persija Raih Medali Perunggu Muaythai SEA Games 2019

Uchida Sudirman tampil di SEA Games 2019 sebagai atlet muaythai.

Irwan Febri Rialdi
cloud_download Baca offline
cover_caption
Pemain Persija Jakarta U-16 sekaligus atlet Muaythai Indonesia, Muhammad Uchida menyabet medali perunggu di ajang SEA Games 2019 di Filipina. (Dok. Persija).

Bolatimes.com - Kapten Persija Jakarta U-16, Muhammad Uchida Sudirman, membuktikan bahwa dirinya seorang atlet yang multi talenta. Hal ini terbukti dengan prestasinya di SEA Games 2019.

Sebagai informasi, Uchida turut mewakili Indonesia di SEA Games 2019. Namun, ia bukan tampil di cabang olahraga (cabor) sepak bola, melainkan bela diri muaythai.

Tidak sekadar datang sebagai penggembira, Uchida yang turun di nomor Waikrui Mai sukses menggondol medali perunggu. Torehan itu sama dengan rekannya, yakni Lores Walun.

Uchida mengaku bersyukur bisa mendapatkan medali perunggu. Ia berharap prestasi ini bisa meningkatkan kariernya, terutama di sepak bola.

"Alhamdulliah semua karena Allah SWT. Semoga suatu saat bisa kembali mungkin dalam cabang olahraga berbeda dan mendapat medali Emas," kata Uchida dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Sebagai informasi, Uchida tergolong atlet serba bisa. Ketika berusia delapan tahun, ia pernah menekuni wushu dan sempat meraih perunggu di salah satu nomor seni pada Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2010 di Beijing, China.

Untuk muaythai ini, mantan pemain timnas Indonesia U-16 ini sudah menggelutinya sejak tahun 2015. Namun, kontraknya bersama Persija membuatnya coba fokus ke sepak bola.

"Sebenarnya saya jadi atlet muaythai sejak tahun 2015 namun semenjak punya kontrak profesional sama Persija jadi saya lebih fokus ke bola," ucapnya.

Lebih lanjut, pemain yang membela Persija U-16 dan U-18 yang berlaga di Liga Elite Pro Academy U-16 dan U-18 ini mengaku tidak mengalami kendala ketika menggeluti cabang olahraga yang berbeda. Menurutnya, sepak bola dan muaythai memiliki kesamaan.

Dalam latihan pun, Uchida mampu membaginya secara adil. Untuk sepak bola ia lakukan pagi, sementara sore untuk muaythai.

"Keduanya sama-sama olahraga full body contact, sama persis dengan sepak bola. Jadi dua olahraga ini punya keterikatan dan sangat menunjang saya dalam menekuni keduanya," pungkasnya.

Terkait

Terkini