Minggu, 08 Desember 2019

Cerita Edgar Marvelo Sumbang Emas SEA Games 2019 saat Ayahnya Meninggal

Di tengah kabar duka, Edgar tetap menjalankan tugasnya bagi Indonesia.

Rauhanda Riyantama
cover_caption
Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menggigit medali setelah memenangi nomor gunshu putra SEA Games 2019 di gedung World Trade Center Manila, Filipina, Selasa (3/12). [Antara/Nyoman Budhiana]

Bolatimes.com - Kabar meninggalnya sang Ayah, tak menghalangi atlet wushu Edgar Xavier Marvelo dalam menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2019, Selasa (3/12/2019).

Edgar merebut podium tertinggi dari nomor daoshu/gunshu combined putra setelah mengemas 9,68 poin hasil dari akumulasi nomor doushu dan gunshu di World Trade Center Halls, Filipina.

Atlet wushu kelahiran Jakarta itu mengalahkan wakil Singapura, Jowen Lim dan Tran Xuan Huep (Vietnam) yang berturut-turut harus puas meraih perak dan perunggu.

Sebelum menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia, pewushu 21 tahun itu mendapat berita duka kala sang ayah dikabarkan meninggal dunia pada Senin (2/12/2019) malam WIB.

Meninggalnya ayah Edgar dibenarkan oleh Sekretaris Jendral Pengurus Besar Persatuan Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino.

Atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor daoshu/gunshu combined putra SEA Games 2019, Selasa (3/12/2019). [Dok. Istimewa]
Atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor daoshu/gunshu combined putra SEA Games 2019, Selasa (3/12/2019). [Dok. Istimewa]

 

"Betul [ayah Edgar Xavier Marvelo meninggal dunia semalam]," ujar Ngatino, seperti dikutip dari Suara.com.

Ngatino menjelaskan bahwa tim wushu Indonesia langsung sigap memberi motivasi kepada Edgar kala kabar duka itu tersiar.

Tim pelatih disebut Ngatino bahkan harus sedikit mengisolasi Edgar jelang laga. Hal itu agar semangat sang atlet tak luntur akibat perasaan sedih.

"Pelatih memberikan motivasi dan menenangkan Edgard untuk tetap fokus," beber Ngatino.

"Dan kita melarang kepada yang lain untuk menemui atau mengucapkan belasungkawa. Hal itu agar konsenstrasi Edgar tidak terganggu," pungkasnya.

Terkait

Terkini