Minggu, 08 Desember 2019

Ippo Gala: Kalah dari Manny Pacquiao, Saya Pensiun Lalu Jadi Satpam - Bagian 1

Ippo tercatat sebagai petinju satu-satunya dari Indonesia yang pernah berhadapan dengan Manny Pacquiao.

Galih Priatmojo
cover_caption
Petinju Ippo Gala menunjukkan koleksi dua sabuk gelar juara nasional di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Ia menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah melawan ikon tinju dunia Manny Pacquiao. [Suara.com/Arief Apriadi]

Bolatimes.com - Hari ini siapa tak kenal dengan salah satu ikon tinju dunia, Manny Pacquiao. Siapa kira di deretan nama-nama petinju besar yang pernah dikalahkan, salah satunya terselip nama petinju asal Indonesia.

Ya, sejarah telah mencatat Ippo Gala menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah mencicipi duel dengan Manny Pacquiao.

Duel itu terjadi pada 27 Juli 1996. Pada duel non-gelar di Mandaluyong City Sports Complex, Filipina, Ippo Gala tak mampu menahan terjangan pukulan demi pukulan wakil tuan rumah.

Ippo yang saat itu berusia 28 tahun, gagal harus mengakui kehebatan Manny Pacquiao yang lebih energik di usia 17 tahun 223 hari. Ia kalah TKO rode kedua dari 10 ronde yang dijadwalkan dalam pertarungan non gelar kelas terbang super.

Meski kalah, bapak tiga anak ini mengaku bangga bisa satu ring dengan Manny Pacquiao yang notabene satu-satunya petinju yang meraih 12 gelar juara dunia di delapan kelas berbeda.

"Tidak kepikiran Manny Pacquiao jadi ikon tinju. Yang saya tahu, saat itu saya juara nasional dan dia juga," ujar Ippo Gala saat ditemui eksklusif oleh Suara.com di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur seperti dilansir dari Suara.com, Senin (11/11/2019).

"(Sekarang) Dia menghebohkan dunia ya. Dia juga masuk di parlemen Filipina. Sosialnya tinggi dengan orang-orang," sambungnya.

Lebih jauh, pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 11 Agustus 1969 itu sempat berandai-andai jika waktu dapat berputar jauh ke belakang, ia ingin tampil lebih siap agar setidaknya tak kalah TKO ronde dua saat menghadapi petinju berjuluk Pacman tersebut.

"Ya kita harus latihan yang benar. Waktu itu saya ke Filipina tanpa manajer dan pelatih," ujar Ippo Gala saat ditemui Suara.com di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019).

"Manajer dan pelatih ada, tapi dari sasana lain. Saya cuma menumpang saja saat itu," sambung eks petinju yang kala itu memegang gelar juara nasioanl kelas terbang (50,8 kilogram).

Koleksi sabuk gelar juara milik Ippo Gala saat ditemui di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Ia menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah melawan ikon tinju dunia Manny Pacquiao. [Suara.com/Arief Apriadi]
Koleksi sabuk gelar juara milik Ippo Gala saat ditemui di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Ia menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah melawan ikon tinju dunia Manny Pacquiao. [Suara.com/Arief Apriadi]

Sebelum menghadapi Manny Pacquiao yang kala itu masih berstatus rising star di usia 18 tahun, Ippo Gala mengakui tak mempersiapkan diri dengan matang.

Meski terus berlatih di Jakarta, dia tidak mendapat program latihan yang baik. Uji tanding jelang laga pun disebutnya jarang didapatkan.

"Saya sih latihan terus. Cuma persiapan kurang sparring. Program tak ada yang dituju untuk lawan Pacquiao," ungkap Ippo Gala.

Koleksi sabuk gelar juara milik Ippo Gala saat ditemui di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Ia menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah melawan ikon tinju dunia Manny Pacquiao. [Suara.com/Arief Apriadi]
Koleksi sabuk gelar juara milik Ippo Gala saat ditemui di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Ia menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah melawan ikon tinju dunia Manny Pacquiao. [Suara.com/Arief Apriadi]

Setelah pertarungan singkat dengan Manny Pacquiao muda, Ippo Gala akhirnya gantung sarung tinju dua tahun berselang.

Terkait

Terkini