Selasa, 19 November 2019

Greysia/Apriyani Tersingkir di French Open, Pelatih Sebut Ini Biangnya

Kegiatan bermain medsos kedua pemain tersebut sudah dalam taraf tak sehat.

Galih Priatmojo
cover_caption
Ekpresi pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, merayakan kemenangan atas wakil Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, di laga kedua penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019, Rabu (22/5). [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Ganda putri IndonesiaGreysia Polii/Apriyani Rahayu disebut saat ini tengah mengalami penurunan performa. Sang pelatih Eng Hian menuding media sosial sebagai salah satu penyebabnya.

Pelatih 42 tahun itu menganggap aktivitas medsos yang dilakukan Greysia/Apriyani sudah masuk taraf tak sehat, sampai-sampai mulai menyerang mentalitas tanding.

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, tengah berlatih jelang tampil di Denmark Open 2019, Senin (14/10). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, tengah berlatih jelang tampil di Denmark Open 2019, Senin (14/10). [Humas PBSI]

Pernyataan Eng Hian terlontar setelah menyaksikan peringkat enam dunia itu tersingkir di babak kedua French Open 2019.

Greysia/Apriyani kandas di tangan wakil China peringkat 28 dunia, Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting. Tak tanggung-tanggung, keduanya kalah dua game langsung dengan skor 19-21, 12-21.

"Menurut saya, kehidupan sosial media mereka sudah tidak sehat. Jadi setelah ini mereka akan saya minta off semua sosial media," ujar Eng Hian dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (25/10/2019).

"Tidak ada membaca informasi dari sosial media. Kalau mau baca berita, dari media yang sebenarnya. Untuk Apriyani terutama, saya nilai belum siap," tambahnya.

Hasil buruk di French Open 2019 semakin menambah panjang catatan buruk Greysia/Apriyani dalam beberapa turnamen terakhir. Pekan lalu, keduanya juga kandas di babak kedua Denmark Open 2019.

Bila ditarik lebih ke belakang, jawara Thailand Open 2018 itu juga tak mampu berbuat banyak saat tampil di Korea Open 2019. Greysia/Apriyani terhenti di babak kedua dari pasangan Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

"Secara teknis, Apriyani perlu ditingkatkan pertahanannya. Kemudian untuk Greysia adalah meningkatkan ketenangan saat melakukan servis," ujar Eng Hian.

"Greysia itu bukan teknik dia yang salah, sampai dia tidak bisa melakukan servis. Tapi ketenangan sebelum melakukan servis itu yang masih harus diperbaiki, jatuhnya ke kesiapan mental," pungkasnya.

Terkait

Terkini