Minggu, 08 Desember 2019

Kecewa dengan Performa Ganda Campuran, Richard Mainaky Siapkan SP3

Dua wakil Indonesia di nomor ganda campuran tampil jeblok di dua turnamen besar yakni China Open dan Korea Open 2019.

Galih Priatmojo
cover_caption
Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI yang melahirkan pasangan hebat Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad, Richard Mainaky. [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Dua ganda campuran Indonesia tampil loyo pada turnamen Tur Asia yakni di China Open dan Korea Poen 2019. Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky pun mengaku geram atas hasil tersebut. 

Seperti diketahui saat mengikuti China Open 2019, 17-22 September lalu, Praveen/Melati tersingkir di babak pertama. Mereka dihentikan wakil India non-unggulan, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.

Sementara Hafiz/Gloria juga terhenti di babak pertama oleh wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Sedangkan saat mengikuti Korea Open 2019 yang berlangsung sepekan kemudian, Praveen/Melati dihentikan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) di perempat final.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. [Humas PBSI]

Di sisi lain, Hafiz/Gloria terhenti di babak kedua. Mereka dihentikan Praveen/Melati dalam pertarungan dua game langsung dengan skor 13-21 dan 14-21.

Richard menyebut kekalahan di dua Tur Asia lebih karena faktor non-teknis para pemain.

"Tadi saya kumpulkan semua pemain karena (kekalahan mereka) lebih banyak pada faktor non-teknis," ujar Richard saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (3/10/2019).

"Saya setuju dengan kata-kata Zhao Yunlei, pasangannya Zhang Nan, bahwa lebih sulit menjadi pelatih ketimbang masih menjadi atlet. Karena atlet harus bertanggung jawab pada diri sendiri," sambungnya.

Pelatih Ganda Campuran Indonesia, Richard Mainaky, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (29/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Campuran Indonesia, Richard Mainaky, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (29/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Richard menambahkan, buruknya hasil yang diperoleh anak didiknya lebih dikarenakan kurangnya rasa tanggung jawab dan motivasi untuk tampil lebih baik lagi.

Ia mensinyalir, kondisi itu lantaran keputusannya mengubah suasana latihan menjadi lebih santai, demi mengakomodir karakteristik pemain-pemain generasi sekarang.

"Saya sama Nova (Widianto, asisten pelatih) sudah berulang kali berbicara sampai mulut berbusa," ujar Richard geram.

"Artinya kan kalau di zaman Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir—red), atlet yang ikut alur saya. Kalau sekarang saya yang mengikuti alur mereka. Tapi apa hasilnya? Jadi terpaksa saya harus balikan alurnya lagi, tidak mengikuti aturan saya, maka akan saya keluarkan," sambungnya.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. [Dok. PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. [Dok. PBSI]

Richard menegaskan tak akan main-main dalam menerapkan aturan itu. Atlet yang bermalas-malasan saat latihan, atau melanggar ketentuan dan aturan di Pelatnas PBSI, akan dikeluarkan.

"Saya tegaskan juga untuk mengikuti aturan saya. Kalau tidak mau, saya tidak akan memberikan SP1 (surat peringatan pertama lagi—red), tapi langsung SP 3," tegasnya.

"Mereka bisa juga langsung dikeluarkan atau mendapat SP terakhir. Tinggal PBSI yang pilih, atlet atau saya yang keluar. Karena saya sebagai pelatih malu dong, nanti dikiranya saya sama Nova tidak bisa melatih," pungkas Richard Mainaky.

Terkait

Terkini