Selasa, 19 November 2019

Gagal di Kejuaraan Dunia Atletik, Zohri Langsung Alihkan Fokus ke Sini

Zohri hanya mampu finis di peringkat keenam pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar.

Galih Priatmojo
cover_caption
Lalu Muhammad Zohri tembus ke Olimpiade Tokyo 2020. [@zohri.lalumuhammad / Instagram]

Bolatimes.com - Terhenti di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 tak membuat Lalu Muhammad Zohri menyerah. Sprinter muda andalan Indonesia itu bersiap untuk menghadapi event yang tak kalah besarnya.

Zohri gagal meraih hasil impresif pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Doha, Qatar, Jumat (27/9/2019). Turun di nomor lari 100 meter putra, atlet kelahiran Lombok Utara itu hanya mampu finis keenam pada babak penyisihan.

Mengikuti lomba di heat keenam, Zohri hanya mampu mencatatkan waktu 10,36 detik. Hasil itu membuatnya hanya menempati peringkat 25 dari total 48 atlet peserta.

Di Kejuaraan Dunia 2019, hanya sprinter yang menempati peringkat 1-24 pada babak penyisihan yang diperkenankan lolos ke semifinal.

Catatan waktu 10,36 detik bisa dibilang sebagai kemunduran bagi Zohri. Pasalnya, pelari berjuluk Bocah Ajaib dari Lombok itu sempat mencatatkan waktu impresif 10,03 detik hingga secara otomatis lolos ke Olimpiade 2020.

Hasil heat 6 lomba lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar pada, Jumat (27/9/2019) malam WIB. [Dok. PASI]
Hasil heat 6 lomba lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar pada, Jumat (27/9/2019) malam WIB. [Dok. PASI]

"Memang keadaannya seperti itu kita mau bagaimana. Tapi, kita evaluasi apa-apa yang kurang jadi harus diperbaiki seperti reaksi terlambat itu memang masih harus diperhatikan lagi," ujar Pelatih Lari Jarak Pendek PB PASI, Eni Nuraeni seperti disadur dari Suara.com, Rabu (2/10/2019) kemarin.

Eni sendiri mengaku tak khawatir dengan kiprah anak didiknya di Kejuaraan Dunia. Apapun hasil yang diraih, event akbar itu dinilai Eni penting bagi Zohri yang saat ini masih berusia 19 tahun.

Ke depan, Eni beserta jajaran staf kepelatihan PB PASI akan mempersiapkan Zohri menuju Olimpiade 2020. Di samping itu, deretan turnamen atletik internasional tetap dijadikan sasaran antara.

"Kita tujuannya ke Olimpiade, sebelum itu kita akan lihat ada lomba-lomba di luar negeri sebelum menuju ke sana, kita akan ikut. Tapi, sejauh ini belum ada kalendernya. Tapi, pasti ada kemungkinan di Eropa atau Amerika Serikat," beber Eni.

Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (kiri) bersama pelatih lari jarak pendek PB PASI, Eni Nuraeni di Mess atlet PB PASI di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Senin (15/4/2019). (Suara.com/Arief Apriadi)
Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (kiri) bersama Pelatih Lari Jarak Pendek PB PASI, Eni Nuraeni di Mess atlet PB PASI di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Senin (15/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Merujuk jadwal Olimpiade 2020 yang bakal berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus, Zohri masih memiliki waktu sekitar 10 bulan untuk terus mematangkan aspek teknis dan non-teknis.

Salah satu program yang akan dilakukan PB PASI untuk menggembleng Zohri adalah dengan mengikutsertakannya ke ajang atletik tingkat internasional.

"Uji tanding ke luar negeri saja. Kalau training camp belum ada kabar dari PB PASI ya. Saya belum dikasih kabar oleh pengurus, tapi memang mungkin ada rencana ke sana," pungkas Eni.

Terkait

Terkini