Sabtu, 16 November 2019

Tersingkir di Korea Open 2019, Fitriani Ungkap Hal Buruk Ini

Fitriani mengaku butuh kerja lebih keras lagi untuk memperbaiki performanya.

Galih Priatmojo
cover_caption
Ekspresi kecewa pebulu tangkis Indonesia Fitriani seusai gagal mengembalikan kok ke pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Fitriani kalah dengan skor 15-21, 14-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Bolatimes.com - Tunggal putri Indonesia, Fitriani untuk keempat kalinya secara beruntun takluk dari wakil Jepang, Sayaka Takahashi. Terbaru pebulutangkis ranking 30 dunia itu keok dua gim langsung saat bersua pada babak kedua Korea Open 2019, di Incheon Airport Skydome.

Fitriani takluk dari Sayaka dengan skor 16-21 dan 7-21.

Pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat itu mengaku bakal segera mengevaluasi penampilannya.

Dua aspek penting yang dinilainya harus diperbaiki adalah pertahanan dan akurasi pukulan.

Pebulutangkis cantik tunggal putri Jepang, Sayaka Takahashi. [AFP/Vivek Prakash]
Pebulutangkis cantik tunggal putri Jepang, Sayaka Takahashi. [AFP/Vivek Prakash]

"Akurasi saya masih sangat jorok. Harus lebih dimantapkan, lebih safe. Lawan siapapun saya harus siap capek. Di setiap game saya juga harus lebih konsisten," ujar Fitriani seperti dilansir dari Suara.com, Kamis (26/9/2019).

"Cik Susy (Susanti, Kabid Binpres PBSI—red) juga pernah bilang kalau defend saya harus lebih rapat. Sebenarnya untuk lawan kayak misalnya Tai Tzu Ying, saya bisa kena-kenain pukulannya. Cuma defend harus lebih rapat lagi, lebih safe lagi," sambungnya.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, takluk dua game langsung dari atlet cantik asal Jepang, Sayaka Takahashi, di babak kedua Korea Open 2019, Kamis (26/9). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, takluk dua game langsung dari atlet cantik asal Jepang, Sayaka Takahashi, di babak kedua Korea Open 2019, Kamis (26/9). [Humas PBSI]

Lebih jauh, anak didik Rionny Mainaky itu sadar dirinya harus lebih bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari para tunggal putri lainnya.

"Saya harus lebih banyak latihan. Lebih berani di lapangan untuk menentukan permainan, bisa lebih lepas dan enjoy. Karena di lapangan semua tergantung saya, pelatih hanya memberi arahan," kata Fitriani.

Terkait

Terkini