Minggu, 08 Desember 2019

Program Pencarian Bakat PB Djarum Berhenti, Gini Reaksi Orangtua Atlet

PB Djarum rencananya akan menghentikan program audisi pencarian bakat pada 2020 mendatang.

Galih Priatmojo
cover_caption
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menyampaikan pada para atlet dari cabang olahraga bulutangkis yang telah menerima Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) Kemenpora tidak harus setiap hari datang ke Kantor Kemenpora untuk hadir absen. Mereka diberikan kelonggaran untuk tetap fokus berlatih di pelatnas bulutangkis. (Dok : Menpora)

Bolatimes.com - PB Djarum berencana menghentikan program audisi pencarian bakat pada 2020 mendatang. Keputusan itupun menimbulkan reaksi dari sejumlah orang tua peserta audisi bulutangkis di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah.

Salah satu orang tua peserta dari Boyolali, Parjimin misalnya, mengaku kaget ketika mendengar kabar penghentian audisi PB Djarum tahun depan.

Ia mengaku sudah mendengar kabar tersebut dari sejumlah media online.

"Selaku orang tua atau wali tentu kami sangat kecewa, kalau sampai tidak diadakan audisi lagi," kata Parjimin seperti dilansir dari Suara.com, Minggu (8/9/2019).

Dia dan sejumlah rekan, mengaku akan menolak penghentian audisi bulutangkis PB Djarum tersebut.

Karena dampak yang bakal dirasakan, itu akan menyulitkan anak-anak Indonesia dalam menyalurkan minat dan bakatnya pada bulutangkis.

"Jadi mohon ke depan supaya bisa tetap diadakan audisi. Karena (kalau dihentikan) itu bisa membunuh prestasi anak," kata dia.

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]
Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Ia juga mempertanyakan, terhadap sikap dari sejumlah pihak yang kemudian menyebabkan PB Djarum menghentikan audisi yang sudah berjalan sejak 2006 itu.

"Kemudian terkait KPAI yang menyatakan adanya eksploitasi anak, itu yang bagaimana? Mohon bisa dijelaskan," ujarnya.

Orang tua peserta lainnya dari Banjarnegara, Aris Amaludin juga menyayangkan keputusan tersebut. Karena penghentian program itu bisa berimbas pada anak-anak calon peserta.

"Imbasnya tentu anak-anak akan kesulitan dalam menyalurkan bakat minatnya," kata Aris.

Karena itu, dia mengharapkan ada solusi supaya anak-anak Indonesia bisa menyalurkan bakat minat bulutangkis melalui pembinaan.

Terkait

Terkini