Selasa, 19 November 2019

Penuh Tantangan, Situ Gunung Trail Run 2019 Resmi Bergulir

Acara lari ini memperlombakan tiga kategori lintas alam.

Rauhanda Riyantama
cover_caption
Event akbar Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 resmi berlangsung hari ini di obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (Suara.com/ Arief Apriadi)

Bolatimes.com - Berlangsung hari ini, Minggu (25/8/2019), event akbar Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 digelar di obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat.

Acara lari yang memperlombakan tiga kategori lintas alam yakni keluarga 5K, 10K, dan 21K ini dibuka langsung oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Politikus kelahiran 22 Mei 1963 itu mengatakan bahwa Situ Gunung Trail Run For Nation 2019 yang digelar Arkadia Digital Media ini dapat meningkatkan eksposure untuk semakin mengenalkan obyek wisata Situ Gunung ke masyarakat luas.

"Mudah-mudahan, mari kita doakan semua. Selamat berlomba, yakini dan nikmati alam di tempat ini. Saudara-saudara disini mari sampaikan pada keluarga, kerabat, ataupun teman atau tempat bapak ibu bekerja," ujar Marwan Hamami obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).

Berbeda dengan event-event lari kebanyakan, SGTR 2019 dipastikan memberi nuansa sekaligus tantangan tersendiri bagi para peserta lari.

Tempat perlombaan yang berlangsung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) membuat SGTR 2019 menawarkan bentang alam khas dari mulai bukit, pepohonan rimbun, dan kawasan perkemahan.

Tak hanya itu saja, SGTR 2019 turut menyuguhkan salah satu lokasi atau fitur menarik dan terkenal yang menjadi obyek wisata di kawasan Sukabumi yakni jembatan gantung terpanjang, Situgunung Suspension Bridge.

Taufik Hidayat selaku salah satu panitia Situ Gunung Trail Run 2019 menjelaskan bila para peserta akan dihadapkan dengan beberapa tantangan menarik khususnya perihal cuaca dan jalur lari yang memiliki beberapa kontur berbeda.

"Salah satu tantangannya sendiri adalah masalah cuaca. Pagi ketika mau start itu cukup berat karena cuaca dingin, sementara para peserta tidak mungkin pakai baju tebal, harus setelan lari," ujar Taufik Hidayat.

"Hal-hal seperti itu harus dipersiapkan agar saat start itu suhu tubuh harus tetap hangat, karboloadingnya benar, istirahat."

"Ya di beberapa titik ada berasa cuaca panas. Beberapa titik pohon rapat, jadi dingin, tapi ada tempat panas juga," pungkasnya.

Untuk diketahui, ajang Situ Gunung Trail Run 2019 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya itu, terdapat juga peserta yang berasal dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Jepang, Korea Selatan, Norwegia, Prancis, dan Spanyol.

Terkait

Terkini