Minggu, 16 Mei 2021

Takluk di Final BAC, Ini Faktor yang Membuat Ganda Nomor Satu Dunia Loyo

Kevin dan Marcus secara mengejutkan takluk dari Endo dan Watanabe.

Galih Priatmojo
cloud_download Baca offline
cover_caption
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Feraldi Gideon takluk atas ganda Jepang pada final Badminton Asia Championship (BAC) 2019, kemarin. [STR / AFP]

Bolatimes.com - Secara mengejutkan pasangan ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon tumbang atas wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam laga final Kejuaraan Asia atau Badminton Asia Championships (BAC) 2019, Minggu (28/4/2019). 

Kevin/Marcus harus puas menjadi runner-up setelah kalah dalam pertarungan dua game langsung, dengan skor telak 18-21, 3-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Wuhan Sports Center, China.

Penampilan Kevin/Marcus di laga final memang tak seperti biasanya. Dari awal permainan, pasangan ganda putra nomor satu dunia itu kerap membuat kesalahan sendiri hingga tertinggal jauh dari lawan.

Pertahanan Endo/Watanabe yang rapat juga menyulitkan Kevin/Marcus mencatatkan poin. Bahkan di game kedua The Minions dibuat kesulitan mencari poin hingga berakhir dengan kekalahan telak.

Marcus mengakui jika pertahanan Endo/Watanabe sangat menyulitkan pada laga kali ini. Kondisi shuttlecock yang berat juga semakin membuat staminanya menurun hingga kepercayaan dirinya tergerus.

"Hari ini bolanya lebih berat dari kemarin. Mungkin jadinya seperti kurang percaya diri karena tenaganya sudah terkuras banyak dari kemarin," jelas Marcus seperti dikutip dari suara.com, Minggu (28/4/2019).

Senada dengan Marcus, Kevin Sanjaya menilai karakteristik permainan ganda putra Jepang kerap kali menyulitkan dirinya. Ia pun mengakui jika Endo/Watanabe tampil lebih baik dan pantas mendapat kemenangan perdana atas mereka.

"Pasangan Jepang kurang lebih sama pola mainnya, Endo/Watanabe dan (Takeshi) Kamura/(Keigo) Sonoda mirip-mirip juga permainannya. Tapi hari ini Endo/Watanabe lebih siap dari kami. Mereka lebih nggak gampang mati," ujar Kevin Sanjaya.

Sebelum menelan kekalahan di laga final BAC 2019, Kevin/Marcus merupakan ganda putra yang tak mampu dikalahkan Endo/Watanabe. Di dua pertemuan sebelumnya, wakil Negeri Sakura itu keok di Hong Kong Open 2018 dan French Open 2018 dengan masing-masing skor 21-14, 21-15 dan 21-14, 22-20.

"Kami harus bisa bermain lebih sabar kalau menghadapi mereka," pungkas Kevin.

Kekalahan ini sekaligus membaut tim Indonesia tanpa gelar di BAC 2019. Pasalnya, Kevin/Marcus merupakan satu-satunya wakil yang mampu melangkah hingga ke babak final.

Terkait

Terkini